Selasa, 08 Oktober 2013
SURAT PEMBERITAHUAN KEGIATAN PRAMUKA
Selasa, 04 Juni 2013
SEKILAS SISTEM INFORMASI
Rabu, 11 April 2012
Kamis, 05 April 2012
Usulan Mutasi
Rabu, 04 April 2012
PROPOSAL TUGAS AKHIR “SISTEM INFORMASI PELAYANAN JASA TRANSPORTASI PADA CV.RATU INTAN TEMBILAHAN MENGGUNAKAN WEB”
Surat Peninjauan Ulang SK REKTOR
Nomor : /UNISI/B/III/2012 Kepada Yth :
Lampiran: 1 Berkas Rektor Universitas Islam Indragiri
Perihal : Peninjauan Ulang SK Rektor
Nomor : 032,033,035 dan 36 Tahun 2012Di –
Tembilahan
Assalamualaikum Wr.Wb
Dengan hormat,
Membaca surat keputusan Rektor No: 033/UNISI/A/III/2012 Tentang Ujian Oral Comprehensip, No 035/UNISI/A/III/2012 Tentang Penetapan Standar Biaya Pelaksanaan Ujian Seminar Proposal, No : 032/UNISI/A/III/2012 Tentang Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan No: 036/UNISI/A/III/2012 Tentang Ujian UTS dan UAS tanggal 7 Maret 2012. Sebagai mana biaya terlampir dalam surat keputusan, maka dengan ini kami sampaikan sebagai berikut:
1.Setelah memahami isi surat dengan nomor yang dimaksud di atas, kami pimpinan Fakultas Ekonomi memohon peninjauan kembali SK yang dimaksud, dengan alas an bahwa surat tersebut tidak pernah dibahas baik dalam rapat pimpinan Universitas maupun senat Universitas.
2.Untuk itu kami mohon, agar Bapak Rektor (Ketua Senat Universitas) mengagendakan tentang pembahasan maksud SK tersebut dalam rapat senat Universitas.
3.Menurut hemat kami selaku Dekan Fakultas Ekonomi sebagai perpanjangan tugas Bapak di tingkat Fakultas, membicarakan ini terlebih dahulu dalam rapat pimpinan Universitas dan senat Universitas demi terwujudnya koordinasi yang baik di lingkungan Universitas Islam Indragiri.
Demikianlah surat ini kami sampaikan, atas pertimbangan Bapak dan kerjasamanya di ucapkan terima kasih.
Dekan,
Gulam Muhammad, SE.,MM
Tembusan :
1. Ketua Dewan Pembina Yayasan Tasik Gemilang
2. Ketua Yayasan Tasik Gemilang
3. Arsip
Nomor : /UNISI/B/X/2011 Kepada Yth :
Lampiran: Plh Rektor Universitas Islam Indragiri
Perihal :Usulan kenaikan pangkat dan golongan Di-
Tembilahan
Assalamualaikum Wr.Wb
Dengan Hormat,
Bersama ini kami kirimkan daftar usulan kenaikan pangkat dan golongan untuk karyawan dan dosen fakultas Ekonomi, atas nama :
No Nama NIPY MASA KERJA Pangkat/ golongan Usulan pangkat/ golongan
Tahun Bulan
1 Rusli iman,SE 096300101 12 8 Penata/III C Penata TK I / III D
2 SM.Guntur,SE 996401003 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
3 Hj.Hasni Novriana,SE.,MSi 997313007 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
4 Yusriwanti,SE.,MSi 996813008 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
5 Rita srihasnita,RC,SE.,MM 996701001 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
6 Drs.Dharma setiawan,SE.,MM 996101002 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
7 Yaswar afrilian,SE.,MM 996801004 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
8 R.Srihandayani,SE.,MM 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
9 H.Agus maulana,SE.,MM 997001005 13 3 Penata/III C Penata TK I / III D
10 Suryani,SE 007613010 11 11 Penata muda TK I / III B Penata / III C
Demikian disampaikan, atas perhatian dan bantuan itu kami ucapkan terima kasih.
Dekan,
Gulam Muhammad,SE.,MM
Tembusan :
1. Plh.Rektor Universitas islam Indragiri
2. Arsip
TU FAKULTAS EKONOMI
Oleh :
MARDIAN RAHMAN
SAID ABDUL AZIS
SUGENG
JUNITA
RONALDO
ZAINAL ARIFIN
UNIVERSITAS ISLAM INDRAGIRI
FAKULTAS TEKNIK & ILMU KOMPUTER
T.A. 2011/2012
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin sepat, persaingan global untuk menjadi yang terdepan dalam menguasainya, menjadi suatu keharusan untuk dicapai. Salah satu teknologi yang semakin pesat perkembangannya adalah Komputer. Komputer saat ini, seakan telah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dan menjadi kebutuhan primer bagi setiap individu. Dengan Komputer setiap orang bisa menyelesaikan pekerjaannya dengan lebih efektif dan efisien. Dalam era modern dengan tingkat kompetisi global yang sangat tinggi, peguasaan teknologi Komputer terutama software-software aplikasi menjadi sebuah kebutuhan yang mutlak. Sehingga diperlukan juga media dan training khusus untuk mempelajarinya.
Perusahaan IT juga mendukung keputusan pemerintah bahwa Indonesia saat ini yang sudah menerapkan otonomi daerah sedang menggalakkan implementasi IT di segala bidang pekerjaan dalam dunia usaha, baik institusi pemerintahan daerah, institusi pemerintahan pusat, institusi pendidikan, institusi transportasi, kedokteran, dan bidang usaha yang lainnya. Di masa era globalisasi sekarang ini sistem komputerisasi yang efisien waktu dan biaya sangat banyak dibutuhkan bagi dunia usaha. Untuk itu perkembangan teknologi informasi selalu berwawasan pada kebutuhan saat ini dan masa depan.
Tujuan
Tujuan dari Teknologi Komputer adalah :
1. Meningkatkan kemampuan dan skill dalam menguasai IPTEK Terkini.
2. Memberikan Life Skill yang sangat bermanfaat dalam persaingan global.
3. Menerapkan solusi cara kerja efektif dan efisien di perusahaan dengan bantuan teknologi komputer.
Identifikasi Masalah
Perkembangan usaha saat ini memerlukan teknologi yang tepat guna, sehingga melalui proposal ini kami tawarkan pembuatan dan perancangan komputer hingga maintenance secara berkala serta pelatihan jika memang diperlukan. Selain itu dalam pembuatan teknologi komputer dan maitenancenya diperlukan keahlian khusus sehingga diharapkan dengan kehadiran kami sebagai pihak kedua, masalah ini dapat diatasi. Sehingga kerja sama yang terjalin benar-benar baik dengan satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas kerja perusahaan dengan teknologi informasi yang terintegrasi.
Alur Proses Kerja Teknisi Maintenence
WAKTU KUNJUNGAN TEKNISI DATANG MELAKUKAN PROCEDURE MAINTENENCE / SETTING SESUAI KONTRAK BUAT REPORT PEKERJAAN DOKUMENTASI PEKERJAAN SELESAI
Dokumentasi Kerja
Dalam melaksanakan setiap pekerjaan maintenance support staf teknisi wajib membawa surat tugas bekerja, dan setelah melakukan pekerjaannya wajib mendokumentasikan hasil perkerjaannya tersebut ke kantor agar memiliki arsip yang sewaktu-waktu akan diperlukan.
Sistem Perjanjian dan Kontrak Kerjasama
Sistem Perjanjian dan Kontrak kerjasama diatur dalam ketentuan tersendiri dan dibicarakan lebih lanjut oleh pihak pertama dan pihak kedua, sehingga diharapkan program pengadaan komputer dapat terwujud dengan baik.
Spesifikasi Komputer
Spesifikasi Komputer terlampir pada proposal kami dalam bentuk brosur, dengan spesifikasi lebih detil hingga harga yang kami tawarkan sesuai standar harga umum yang berlaku, adapun harga yang tercantum sewaktu-waktu dapat berubah sesuai kondisi harga umum yang berlaku, untuk menghindari kasalah pahaman antara pihak pertama dan kedua, maka sebelumnya kami menginfokan dengan sebenar-benarnya sebelum dan saat perjanjian kontrak ditanda tangani dengan tanpa membuat nilai penawaran yang tidak wajar.
RENCANA ANGGARAN BELANJA
NO. KETERANGAN QTY UNIT HARGA (Rp) JUMLAH (Rp)
1 Komputer, spesifikasi: 5 Unit 4,011,000 20,055,000
Intel Pentium Dual Core E2160 tray
Abit LG45
SAMSUNG 160 GB SATA
1GB 6400 adata gamer
Keyboard + Mouse Optic
LG DVDRW SATA
Case ADvance 500W
Samsung 15" wide LCD
Speaker
2 Komputer Server, Spesifikasi: 1 Unit 6,478,500 6,478,500
E7400 core2duo
Abit IP43
SAMSUNG 160 GB SATA
2X 1GB 6400 adata gamer
Keyboard + Mouse Optic
LG DVDRW SATA
Case ADvance 500W
Samsung 17" wide LCD
Speaker
3 Meja Komputer 6 Unit 125,000 750,000
4 Kursi Lipat Chitose 6 Unit 150,000 900,000
5 LCD Projector 1 Unit 5,788,750 5,788,750
6 Kabel UTP Cat.6 Belden USA 1 Roll 1,300,000 1,300,000
7 Connector RJ-45 AMP 2 Box 50,000 100,000
8 Switch 10/100 Mbps 24 Port D-Link DES-1024D 2 Unit 836,000 1,672,000
9 UPS 1300 Watt 6 Unit 600,000 3,600,000
10 Printer Epson Stylus T20E 1 Unit 700,000 700,000
11 Pelindung kabel 6 Box 25,000 150,000
12 Crimping Tool 5 Unit 50,000 250,000
13 LAN Tester 5 Unit 37,500 187,500
JUMLAH 41,931,750
Penutup
Demikian Proposal penawaran ini kami buat Atas perhatian Bapak/Ibu Kami ucapkan terimakasih.
Tembilahan, 22 Oktober 2011
Hormat Kami,
Kelompok 2
Selasa, 20 Desember 2011

ternak ikan patin
BUDIDAYA IKAN PATIN
( Pangasius pangasius )
1. SEJARAH SINGKAT
Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini. Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.
2. SENTRA PERIKANAN
Penangkaran ikan patin banyak terdapat di Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan.
3. JENIS
Klasifikasi ikan patin adalah sebagai berikut:
Ordo : Ostarioplaysi.
Subordo : Siluriodea.
Famili : Pangasidae.
Genus : Pangasius.
Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.
Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak, diantaranya:
Pangasius polyuranodo (ikan juaro)
Pangasius macronema
Pangasius micronemus
Pangasius nasutus
Pangasius nieuwenhuisii
4. MANFAAT
Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
Sebagai ikan hias.
5. PERSYARATAN LOKASI
Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Apabila pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlalu keruhdan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).
Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 26–28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
Keasaman air berkisar antara: 6,5–7.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan, secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu pembenihan dan pembesaran. Kedua jenis kegiatan ini umumnya belum populer dilakukan oleh masyarakat, karena umumnya masih mengandalkan kegiatan penangkapan di alam (sungai, situ, waduk, dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan akan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih selepas masa pendederan. Benih ikan patin dapat diperoleh dari hasil tangkapan di perairan umum. Biasanya menjelang musim kemarau pada pagi hari dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Benih dapat juga dibeli dari Balai Pemeliharaan Air Tawar di Jawa Barat. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah, dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera diganti dengan air bersih, dan usahakan terhindar dari sengatan matahari. Sebelum benih ditebar, dipelihara dulu dalam jaring selama 1 bulan, selanjutnya dipindahkan ke dalam hampang yang sudah disiapkan. Secara garis besar usaha pembenihan ikan patin meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
Pemilihan calon induk siap pijah.
Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan mas.
Kawin suntik (induce breeding).
Pengurutan (striping).
Penetasan telur.
Perawatan larva.
Pendederan.
Pemanenan.
Pada usaha budidaya yang semakin berkembang, tempat pembenihan dan pembesaran sering kali dipisahkan dengan jarak yang agak jauh. Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus agar benih selamat. Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik maupun kimia air, terutama menyangkut oksigen terlarut, NH3, CO2 , pH, dan suhu air.
Penyiapan Sarana dan Peralatan
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.
Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m 2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.
Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.
Pembibitan
Menyiapkan Bibit
Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolam sejak kecil atau hasil tangkapan dialam ketika musim pemijahan tiba. Induk yang ideal adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang benar-benar berkualitas baik.
Perlakuan dan Perawatan Bibit
Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein. Upaya untuk memperoleh induk matang telur yang pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad. Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :
Induk betina
Umur tiga tahun.
Ukuran 1,5–2 kg.
Perut membesar ke arah anus.
Perut terasa empuk dan halus bila di raba.
Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya seragam.
Induk jantan
Umur dua tahun.
Ukuran 1,5–2 kg.
Kulit perut lembek dan tipis.
Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.
Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk. Pembesaran ikan patin dapat dilakukan di kolam, di jala apung, melalui sistem pen dan dalam karamba.
Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem monokultur maupun polikultur.
Pada pembesaran ikan patin di jala apung, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: lokasi pemeliharaan, bagaimana cara menggunakan jala apung, bagaimana kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses pembesarannya.
Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan lokasi, kualitas air, bagaimana penerapan sistem tersebut, penebaran benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.
Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah: pemilihan lokasi, penebaran benih, pemberian pakan tambahan, pengontrolan dan pemanenan. Hampang dapat terbuat dari jaring, karet, bambu atau ram kawat yang dilengkapi dengan tiang atau tunggak yang ditancapkan ke dasar perairan. Lokasi yang cocok untuk pemasangan hampang : kedalaman air ± 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar dan dasarnya sedikit berlumpur. Terhindar dari gelombang dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untuk membantu mengencangkan jaring. Jarak antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1 m.
Pemeliharaan Pembesaran
Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m 2
Pemberian Pakan
Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (smpel).
Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk perangsang nafsu makannya.
7. HAMA DAN PENYAKIT
Hama
Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Hama serupa juga terdapat pada usaha pembesaran patin sistem hampang (pen) dan karamba. Karamba yang ditanam di dasar perairan relatif aman dari serangan hama. Pada pembesaran ikan patin di jala apung (sistem sangkar ada hama berupa ikan buntal (Tetraodon sp.) yang merusak jala dan memangsa ikan. Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang, dan seluang (Rasbora). Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Untuk menghindari serangan hama pada pembesaran di jala apung (rakit) sebaiknya ditempatkan jauh dari pantai. Biasanya pinggiran waduk atau danau merupakan markas tempat bersarangnya hama, karena itu sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar lokasi dibersihkan secara rutin. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Lepto-tilus javanicus), pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis), blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas wadah budi daya dengan lembararan jaring dan memasang kantong jaring tambahan di luar kantong jaring budi daya. Mata jaring dari kantong jaring bagian luar ini dibuat lebih besar. Cara ini berfungsi ganda, selain burung tidak dapat masuk, ikan patin juga tidak akan berlompatan keluar.
Penyakit
Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.
Penyakit akibat infeksi Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.
Penyakit parasit
Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% (satu gram metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.
Penyakit jamur
Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan patin. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai tiga hari berturut- turut.
Penyakit bakteri
Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip. Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas sp. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain:
Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit,
Merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam, atau
merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.
Penyakit non-infeksi
Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi.Keracunan disebabkan oleh banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran lingkungan perairan. Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. - Ikan akan lemah, berenang megap-megap dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati. Pada kasus kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal.
Kendala yang sering dihadapi adalah serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) mengakibatkan banyak benih mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan.
Penyakit ini dapat membunuh ikan dalam waktu singkat.
Organisme ini menempel pada tubuh ikan secara bergerombol sampai ratusan jumlahnya sehingga akan terlihat seperti bintik-bintik putih.
Tempat yang disukai adalah di bawah selaput lendir sekaligus merusak selaput lendir tersebut.
8. PANEN
Penangkapan
Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari.
Pembersihan
Ikan patin yang dipelihara dalam hampang dapat dipanen setelah 6 bulan. Untuk melihat hasil yang diperoleh, dari benih yang ditebarkan pada waktu awal dengan berat 8-12 gram/ekor, setelah 6 bulan dapat mencapai 600-700 gram/ekor. Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan menggunakan jala sebanyak 2-3 buah dan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 2-3 orang. Ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.
9. PASCAPANEN
Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.
Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:1);
kantong plastik lalu diikat.
kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:
Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya. Pengemasan benih harus dapat menjamin keselamatan benih selama pengangkutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan benih ikan patin yaitu:
Sediakan kantong plastik sesuai kebutuhan. Setiap kantong dibuat rangkap untuk menghindari kebocoran. Sediakan karet gelang untuk simpul sederhana. Masing-masing kantong diisi air sumur yang telah diaerasi selama 24 jam.
Benih ikan yang telah dipuasakan selama 18 jam ditangkap dengan serokan halus kemudian dimasukan kedalam kantong plastik tadi.
Satu persatu kantong diisi dengan oksigen murni (perbandingan air:oksigen = 1:2). Setelah itu segera diikat dengan karet gelang rangkap.
Kantong-kantong plastik berisi benih dimasukkan kedalam kardus.
Lama pengangkutan. Benih ikan patin dapat diangkut selama 10 jam dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98,67%. Jika jarak yang hendak ditempuh memerlukan waktu yang lama maka satu- satunya cara untuk menjamin agar ikan tersebut selamat adalah dengan mengurangi jumlah benih ikan di dalam setiap kantong plastik.
Berdasarkan penelitian terbukti bahwa benih patin masih aman diangkut selama 14 jam dengan kapadatan 300 ekor per liter.
10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis usaha ikan patin pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat adalah sebagai berikut:
Biaya produksi
Kolam pemijahan 2 x 2 m Rp. 200.000,-
Bibit /benih
2 ekor induk @ Rp. 150.000,- Rp. 300.000,-
Ikan donor 5 Kg @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-
Pakan/makanan (Artemia Salina) Rp. 80.000,-
Obat
Alat suntik 0,5 cc (2 buah) @ Rp. 4000,- Rp. 8.000,-
Pregnil Rp. 50.000,-
Alat
Bangunan dan sumur Rp. 2.000.000,-
Genzet Rp. 2.500.000,-
Aerator Rp. 500.000,-
Selang aquarium 50 m @ Rp 1000,- Rp. 50.000,-
Kompor (4 unit) @ Rp. 25.000,- Rp. 100.000,-
100 unit aquarium: 40x80 cm @ Rp 35.000,- Rp. 3.500.000,-
Tenaga kerja
Tenaga kerja tetap 14 hari, 2 orang @ Rp.20.000,- Rp. 560.000,-
Biaya tak terduga 10% Rp. 989.800,-
Jumlah biaya produksi Rp. 10.887.800,-
Biaya investasi rata-rata/aquarium Rp. 98.000,-
Presentase output terhadap investasi/aquarium 3,15 %
Analisis usaha untuk menutup investasi
Periode 1: 2 Minggu pertama Benih @ Aquarium:100 ekor=100x100xRp.125,- Rp. 1.250.000,-
Periode II : Pengeluaran Tetap/2 mingguan Rp. 480.000,-
Dari perhitungan di atas pada periode ke 14 atau sekitar 7 bulan, telah dapat menutup investasi, Pada Produksi ke 15 ke atas sudah dapat memetik keuntungan
Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan patin dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan patin mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan patin boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.
Rabu, 06 Juli 2011
AY AY..
Intro: D F#m G A
D F#m
ay apa kabarmu
G A
lama kita tidak bertemu
D F#m
ay dengarkan aku
G A
saat ini ku merindumu
Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu
Chorus:
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A D
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu
D F#m
ay dimana kamu
G A
bagaimana keadaanmu
D F#m
oh ay di sini aku
G A
melamun memikirkan kamu
Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu
[chorus]
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A Bm
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu
[solo] G D Em Bm
G D Em G A
Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu
Chorus:
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A
ingin bertemu ingin bertemu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A D
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu
Jumat, 17 Juni 2011
Aku berada di negeri seberang
Ikhlaskanlah diriku untuk merantau
Hapuslah semua air matamu
Kuatkanlah diriku untuk bertahan
Ku ingat ibunda dan kampung halaman
Ku rindu dirimu pujaan hatiku
Aku akan pulang untukmu sayang
Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku
Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji
Ku ingat ibunda dan kampung halaman
Ku rindu dirimu pujaan hatiku
Aku akan pulang untukmu sayang
Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku
Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji
Aku akan pulang untukmu sayang
Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku
Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji
Kamis, 09 Juni 2011

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Ya Allah...
seandainya telah engkau catatkan...
dia milikku,tercipta buatku...
Satukanlah hatinya dengan hatiku.
Titipkanlah kebahagiaan antara kami...
agar kemesraan itu abadi...
Ya Allah, Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihani...
Seiringkanlah kami melayari kehidupan ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi...
maka jodohkanlah kami...
Tetapi Ya Allah...
seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku...
Bawalah dia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah dia dari ingatanku...
Dan peliharalah aku dari kekecewaan...
Ya Allah, Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti...
Berilah aku kekuatan...
menolak bayangannya jauh ke dada langit...
Hilang bersama senja yang merah...
agar aku sentiasa tenang...
Walaupun tanpa bersama dengannya...
Allah Yang Tercinta...
pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu.
Sesungguhnya apa yang Engkau takdirkan...
adalah yang terbaik untukku...
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik bagiku...
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hamba-Mu ini...
Ya Allah cukuplah Engkau sahaja yang jadi Pemeliharaku di dunia mahupun di akhirat...
Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran...
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman...
Agar aku dan dia bersama-sama dapat membina kesejahteraan hidup...
ke jalan yang Engkau redhai...
Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah...
Ya Allah... berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat...
Dan peliharalah kami dari azab api neraka...
Amin...Amin...Amin ...Ya Rabbal a'lamin....
Sabtu, 04 Juni 2011
Tak ada yang abadi
Selasa, 15 Maret 2011
KULIAH KERJA USAHA (KKU) SISTEM INFORMASI
1. Umum
Jumlah sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja
masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan
dalam berwirausaha dan kendala modal serta kesempatan, walaupun
di sisi lain mahasiswa mempunyai potensi yang bagus untuk
pengembangan diri karena sudah memahami Ipteks yang
dipelajarinya. Jiwa kewirausahaan tidak mungkin hanya ditumbuhkan
melalui pengajaran saja, namun harus diiringi dengan pelatihan diri
dan pembinaan secara intensif melalui kerja nyata berwirausaha.
Kesempatan dan modal berwirausaha akan lebih mudah diperoleh
apabila mahasiswa telah memiliki pengalaman praktis menerapkan
Ipteks.
Untuk menjadi wirausahawan, mahasiswa perlu dibekali
kemampuan praktis yang mencakup keterampilan menerapkan Ipteks
yang dipahami, keahlian manajemen dan pemasaran serta adopsi
inovasi teknologi. Pengalaman ini dapat diperoleh mahasiswa melalui
Kuliah Kerja Usaha. Kemampuan praktis ditumbuhkembangkan
dengan berperan aktif membantu berkembangnya usaha rumah
tangga atau usaha kecil menengah tempat mahasiswa bermitra.
Mahasiswa pelaksana KKU, selain belajar berwirausaha, juga
menerapkan Ipteks yang dikuasai seperti penyempurnaan proses
produksi, peningkatan kualitas produk dan jasa, penyempurnaan
manajemen usaha, maupun pembenahan metoda pemasaran. Inilah
yang membedakan KKU dengan MKU. Sambil membantu menata
proses produksi atau pemasaran produk, mahasiswa belajar cara
berkomunikasi dengan pengusaha, pegawai, konsumen, tengkulak,
penjual eceran dan grosir sehingga mendorong tumbuhnya
kedewasaan berpikir, berucap dan bertindak. Aspek kewirausahaan
yang mewarnai KKU inilah yang membedakan KKU dengan Kuliah
Kerja Nyata maupun Praktek Kerja.
Kegiatan KKU dapat menumbuhkembangkan calon
wirausahawan yang handal dan mandiri dari kalangan mahasiswa
melalui proses aktif yang berprinsip pada pemihakan dan
pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan
pertumbuhan usaha kecil menengah. Tujuan khusus yang ingin
dicapai dari KKU adalah: (1) berkembangnya budaya kewirausahaan
di perguruan tinggi, (2) terwujudnya calon sarjana yang cendekiawan
dan berjiwa kewirausahaan serta sadar dengan masalah
lingkungannya, dan (3) menumbuhkembangkan usaha kecil
menengah yang memiliki daya saing tinggi dari segi kualitas
produk/jasa, kinerja dan pemasaran.
Kuliah Kerja Usaha dilaksanakan oleh suatu Tim Dosen
dibentuk LPM dalam suatu wilayah dengan lingkup dan tahapan: (1)
pembekalan bagi mahasiswa KKU dalam rangka membangkitkan
potensi wirausaha, menyamakan persepsi sifat dan karakteristik UKM
serta cara untuk meningkatkan usahanya, dan meningkatkan kesiapan
mahasiswa untuk pendekatan sosial, dinamika kelompok dan
teknologi tepat guna dan tepat usaha, (2) pemutakhiran data awal
melalui identifikasi lokasi, masyarakat dan potensinya, (3)
pelaksanaan KKU di UKM Mitra, (4) pemantauan dan pembimbingan
oleh dosen pembimbing secara berkala, dan (5) evaluasi pelaksanaan
KKU oleh tim pelaksana terutama untuk mengetahui potensi ekonomi
produk, nilai tambah produk dari sisi Ipteks, manfaat bagi mitra usaha,
bagi peserta KKU, tim pelaksana/pembimbing dan nilai tambah bagi
institusi pelaksana, dan (6) penyusunan business plan oleh
mahasiswa peserta KKU..
Pelaksanaan KKU disebut berhasil apabila (1) pengusaha mitra
KKU merasakan manfaat KKU, (2) terwujudnya perangkat/proses
produksi, manajemen dan pemasaran yang telah disempurnakan
peserta KKU (3) hasil evaluasi kegiatan KKU dari mahasiswa, mitra
KKU dan dosen pembimbing memperlihatkan manfaat yang besar baik
dari segi pengalaman menerapkan Ipteks dalam peningkatan kualitas
produk mitra, tumbuhnya jiwa kewirausahaan peserta, maupun
peningkatan bisnis mitra KKU, dan (4) paling sedikit 40% dari mitra
KKU mampu membuat proposal WUB atau proposal pengajuan kredit
yang dinilai layak dilaksanakan oleh pembimbing.
Dana yang dialokasikan untuk KKU sebesar Rp. 30.000.000,-
untuk 10–30 mahasiswa peserta, dengan peruntukan (1) honorarium
(maksimum 20%) untuk tim pelaksana, pembimbing KKU, dan pengajar
pembekalan, (2) selebihnya untuk bahan habis pakai, biaya perjalanan
pembimbing peserta KKU, tim pemantau, dan dokumentasi serta biaya
pembuatan alat untuk menyempurnakan proses produksi dan
pemasaran.
2. Tata Cara Usul Program Kuliah Kerja Usaha
a. Sampul Muka
Sampul muka proposal warna merah muda dengan ukuran kertas A-4,
secara berurutan memuat (1) tulisan “Usul Program Pengembangan
Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi”, (2) Logo Perguruan Tinggi,
(3) Kegiatan Kuliah Kerja Usaha dan Judul, (4) Nama-nama Pengusul
dengan gelar akademik dan NIP, (5) Nama LPM Perguruan Tinggi dan
Perguruan Tinggi, dan (6) Tahun, seperti contoh berikut:
b. Halaman Pengesahan
Setiap usulan program harus disertai halaman pengesahan yang
menunjukkan bahwa usul yang bersangkutan telah melalui proses
evaluasi internal masing-masing perguruan tinggi.
HALAMAN PENGESAHAN
1. Jenis Kegiatan dan Produk yang Akan Dihasilkan:
c. Sistematika
Penulisan proposal mengikuti alur penulisan sebagai berikut
Halaman Pengesahan (lihat halaman pengesahan)
BAB 1. Analisis Situasi
Antara lain berisi penjelasan mengenai:
a. Latar belakang diperlukannya kegiatan KKU bagi mahasiswa,
terutama dikaitkan dengan potensi dan lingkungan wirausaha
daerah setempat
b. Motivasi diselenggarakannya KKU, motivasi calon tim pelaksana
dan mahasiswa peserta serta pengalaman masing-masing dalam
berwira-usaha.
c. Penetapan tim dan institusi pelaksana, dosen pembimbing, nara
sumber serta calon calon industri/pengusaha mitra KKU
BAB II. Perumusan Masalah Mitra KKU
Antara lain berisi penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapi
Industri Rumah Tangga, UKM, Koperasi Mitra KKU, dalam proses
dan manajemen produksi, pemasaran serta manajemen perusahaan.
Penyelesaian permalahan ini dapat secara signifikan meningkatkan
bisnis mitra, sebagai akibat meningkatnya kualitas hasil produksi dan
meluasnya pemasaran serta membaiknya manajemen perusahaan.
BAB III. Metode Penyelesaian Permasalahan
Antara lain berisi uraian mengenai kerangka berpikir dalam
penyelesaian masalah, metode penyelesaian yang digunakan beserta
justifikasi penetapannya. Diuraikan pula strategi pelaksanaan
penyelesaian masalah mitra. Hal-hal tersebut di atas harus konvergen
dengan tujuan penumbuhan jiwa kewirausahaan peserta KKU
BAB III. Tujuan Khusus dan Target Luaran Kegiatan
Antara lain berisi uraian mengenai:
a. Tujuan spesifik yang akan dicapai sehubungan dengan
diperlukannya pengalaman berwirausaha dengan cara berperan
serta dalam meningkat-kan hasil produksi/jasa dan pemasaran
produk/jasa mitra KKU
b. Target luaran minimal yang diharapkan untuk dicapai
BAB IV. Manfaat
a. Potensi ekonomis produk/komoditas
b. Nilai tambah produk dari sisi Ipteks
c. Manfaat bagi mitra pengusaha dan dampak sosial bagi lingkungan
sekitar UKM
d. Nilai tambah bagi peserta KKU
f. Nilai tambah bagi perguruan tinggi pengusul
BAB V. Justifikasi Pemilihan Industri/Pengusaha Mitra KKU
Antara lain menjelaskan bahwa perusahaan/industri barang/jasa
calon mitra KKU mempunyai aktivitas produksi dan bisnis yang
signifikan untuk dibantu peningkatannya, baik dari segi komoditas
yang dihasilkan dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat maupun dari segi perputaran dana, sehingga mitra layak
untuk wahana penerapan Ipteks dan penyerapan pengalaman
berproduksi dan berbisnis.
BAB VI. Informasi tentang Industri/Pengusaha Mitra
Antara lain berisi penjelasan mengenai:
c. Komoditas yang dihasilkan/dipasarkan
d. Harga jual produk dan komponen signifikan yang
mempengaruhinya
e. Sumberdaya (manusia, alat produksi dan dana)
f. Kondisi manajemen
g. Kondisi produksi (termasuk penanganan limbah)
h. Fasilitas komunikasi dan relasi yang dipunyai
i. Kondisi dan lingkup pemasaran produk
j. Denah lokasi industri/pengusaha mitra
BAB VII. Pola/Rancangan Pelaksanaan dan Evaluasi
Antara lain berisi penjelasan pola dan rancangan pelaksanaan KKU
yang spesifik dengan industri/pengusaha mitra dan bidang studi calon
peserta KKU. Dijelaskan pula metoda seleksi dan evaluasi hasil
pembelajaran KKU serta evaluasi pelaksanaan KKU
BAB VIII. Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan
Antara lain berisi penjelasan secara rinci mengenai rencana
persiapan dan pelaksanaan, termasuk pelaksanaan seleksi calon
peserta, pelaksanaan dan evaluasi KKU serta jadwal keseluruhan
(tentative)
BAB IX. Rencana Anggaran Biaya
Berisi uraian anggaran biaya beserta penjelasannya untuk
akuntabilitas pendanaan dengan mengikuti kerangka acuan.
BAB X. Fisibilitas Sumberdaya Perguruan Tinggi Penyelenggara KKU
Antara lain berisi penjelasan
a. Nama-nama tim pelaksana/pembimbing dan nara sumber
beserta tugasnya masing-masing (sebaiknya dalam bentuk
tabel)
b. Nama dan alamat institusi yang mendukung penyelenggaraan
KKU (Fakultas, jurusan), laboratorium beserta peralatan spesifik
yang dapat digunakan mendukung penyempurnaan proses
produksi mitra KKU
c. Nama penanggung jawab insitusi pada butir b
d. Hubungan kerja dan koordinasi tim pelaksana dengan institusi
dan laboratorium pada butir b dengan LPM
BAB XII. Biodata Tim Pelaksana, Nara Sumber dan Mitra Pengusaha
Antara lain meliputi: Nama, Tempat/tanggal lahir, Kualifikasi bidang
keilmuan, Institusi tempat bekerja (Jurusan, Program Studi), Jenjang
pendidikan, dan penjelasan rinci tentang pengalaman kerja,
pengalaman penelitian/pengembangan teknologi yang berkaitan
dengan kewirausahaan lima tahun terakhir.
BAB XIII. Indikator Pencapaian Tujuan
Antara lain menjelaskan tentang:
a. Business plan sebanyak 40 % dari jumlah mahasiswa peserta
KKU.
b. Kriteria keberhasilan spesifik berdasarkan Analisis Situasi dan
Target Luaran yang telah dipaparkan pada butir 2 dan 5
c. Rincian indikator keberhasilan berdasarkan pada kerangka
acuan, yang terkait secara spesifik dengan keadaan
industri/pengusaha mitra dan perguruan tinggi pengusul
BAB XIV. Surat Kesediaan Kerjasama antara Ketua Pelaksana dengan
Mitra Pengusaha Tempat Magang (bermetarai Rp. 6.000,-)
Lampiran-lampiran (bila diperlukan)
1 Foto kegiatan pelaksanaan KKU
2 Data dosen pembimbing, dan mahasiswa peserta KKU
3 Data Mitra KKU
d. Format Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama
SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA
ANTARA PENGUSAHA/INDUSTRI DENGAN PELAKSANA
PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN
DI PERGURUAN TINGGI
Yang bertanda tangan dibawah ini,
1. Nama : ………………………………..............
Jabatan di Perusahaan/Industri : Direktur Utama/Pemilik
Bidang Usaha : Industri Menengah ………………..
Alamat : ………………………………………...
………………………………………...
selanjutnya disebut pihak pertama
2. Nama : …………………………………..........
NIP : ..……............
Pangkat/Golongan : ……………………………………......
Jurusan/Fakultas : …………………………………….....
Perguruan Tinggi : …………………………………….....
Alamat : …………………………………….....
selanjutnya disebut pihak kedua
Pihak pertama dan pihak kedua dengan ini menyatakan kesediaan untuk
bekerjasama dalam pelaksanaan Kegiatan KULIAH KERJA USAHA (KKU)
Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi …………*
Melalui kerjasama ini, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masingmasing,
pihak pertama akan menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk
melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Usaha di perusahaan/industrinya dan pihak
kedua akan memberikan saran penyempurnaan proses produksi/pemasaran**
sesuai dengan kepakarannya, yang diperlukan oleh pihak pertama dalam upaya
peningkatan bisnisnya.
Bersama ini dinyatakan pula dengan sebenarnya bahwa diantara kedua pihak
tidak mempunyai ikatan keluarga dalam bentuk apapun. Surat Pernyataan
Kesediaan Bekerjasama ini dibuat tanpa adanya unsur pemaksaan dan dengan
penuh kesadaran dan tanggung jawab saling membantu dalam upaya
meningkatkan budaya kewirausahaan generasi muda.
……., ………………..
Yang membuat Pernyataan
Pihak Kedua Pihak Pertama
Materai
tanda tangan Rp. 6.000,- Cap dan tanda tangan
Nama Terang Nama Terang
* setelah usulan lolos seleksi
** ditulis sesuai dengan usulan
• Catatan: Surat Pernyataan diusahakan dibuat dalam satu halaman
3. Evaluasi Usul Kuliah Kerja Usaha
a. Instrumen Penilaian
FORMAT PENILAIAN USUL KULIAH KERJA USAHA
I. Identitas Program
1. Judul Kegiatan :........................................................
2. Ketua Pelaksana :........................................................
3. Perguruan Tinggi :........................................................
4. Fakultas/Jurusan/Program Studi :........................................................
5. Jangka Waktu Pelaksanaan : ..............bulan
6. Biaya : Rp. ................
5. Laporan Hasil Kuliah Kerja Usaha
a. Sampul Muka
Untuk laporan Kuliah Kerja Usaha, gunakan sampul warna merah
muda dengan ukuran A-4, tuliskan semua nama tim pelaksana, lengkap
dengan gelar akademik dan NIP. Lebih jelas seperti contoh berikut:
c. Sistematika Laporan
Sistematika Laporan Kuliah Kerja Usaha mengikuti alur seperti
berikut:
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................i
RINGKASAN DAN SUMMARY ..................................................................ii
PRAKATA.................................................................................................. iii
DAFTAR ISI ..............................................................................................iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................v
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................vi
BAB I. PENDAHULUAN............................................................................ 1
- Pemikiran yang mendasari kegiatan.....................................................
- Analisis situasi mahasiswa secara umum pada perguruan tinggi
pelaksana berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan............................
BAB II. TUJUAN, TARGET LUARAN DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
KEGIATAN ..................................................................................................
- Tujuan kegiatan.....................................................................................
- Target luaran kegiatan ..........................................................................
- Indikator keberhasilan kegiatan ............................................................
BAB III. PELAKSANAAN KEGIATAN..........................................................
- Analisis situasi mahasiswa peserta kegiatan (menjelaskan latar
belakang secara umum, pengalaman kewirausahaan, data program
studi peserta, motivasi keikutsertaan) ..................................................
- Analisis situasi Industri Kecil Mitra atau Koperasi (menjelaskan latar
belakang pendirian, masalah yang dibantu diselesaikan, potensi
ekonomis dan pemasaran produk/barang yang didagangkan/jasa yang
diberikan, sumberdaya manusia/alat produksi/dana) ...........................
- Kerangka berpikir dan metoda penyelesaian masalah mitra ...............
- Pelaksanaan kegiatan KKU dan pola evaluasi proses pelaksanaan
kegiatan KKU (menjelaskan pelaksanaan kegiatan, alasan pemilihan
dan pelaksanaan evaluasi serta hasil evaluasi secara keseluruhan)...
- Jadwal pelaksanaan kegiatan KKU ......................................................
BAB IV. EVALUASI DAN PEMBAHASAN PELAKSANAAN KEGIATAN....
- Evaluasi dan pembahasan manfaat dan ketercapaian tujuan
kegiatan (menjelaskan dari sisi IKM, mahasiswa peserta KKU dan
perguruan tinggi pelaksana) ..............................................................
- Evaluasi dan pembahasan penerapan metode penyelesaian
masalah IKM......................................................................................
- Pembahasan luaran kegiatan dan perwujudan indikator pencapaian
tujuan kegiatan ..................................................................................
- Pembahasan penyerapan biaya pelaksanaan kegiatan....................
BAB V. PEMBAHASAN PENYEMPURNAAN KEGIATAN
- Pelaksanaan kegiatan .......................................................................
- Proses kegiatan KKU.........................................................................
- Kelanjutan kegiatan ...........................................................................
- Hal spesifik lainnya yang signifikan ...................................................
BAB VI. PENUTUP (menjelaskan kesimpulan dan tindak lanjut kegiatan).
KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN
- Foto kegiatan pelaksanaan KKU
- Data dosen pembimbing, dan mahasiswa peserta KKU
- Data Industri Kecil Mitra
di ambil dari Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII
Minggu, 07 November 2010
Overview
TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) adalah protokol standar yang dirancang untuk mengatur komunikasi data dalam hubungan antarkomputer, baik intranet maupun internet.
Protokol ini dikembangkan oleh U.S. Departement of Defense (DoD) atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Penelitian protokol TCP/IP ini dimulai tahun 1969.
Ibarat sebuah bahasa internasional, protokol ini dapat digunakan untuk berbagai flatform komputer : Windows, Linux, Macintosh dan Novell Netware.
Pada Microsoft Windows, pengaturan TCP/IP terdiri dari beberapa bagian, antara lain IP Address, Subnet Mask, Default Gateway, DNS Server dan WINS Server.
IP ADDRESS !
Definisi dan Format Penulisan
IP (Internet Protocol) Address adalah nomor alamat unique yang diberikan pada sebuah komputer/peralatan yang terhubung dalam jaringan komputer.
Unique artinya masing-masing alamat hanya dimiliki oleh satu komputer/peralatan dalam jaringan sehingga tidak ada sebuah nomor IP Address yang dimiliki oleh dua komputer/peralatan bersamaan dalam sebuah Local Area Network.
Format penulisan IP Address versi 4 (IPv4) yang ditulis dalam notasi titik bilangan desimal adalah sebagai berikut :
xxx.yyy.zzz.www
dimana :
xxx = adalah angka dari 1 s/d 223
(oktet pertama merupakan penentu kelas IP Address)
yyy, zzz dan www = adalah angka dari 1 s/d 254
Contoh
IP Address dalam bentuk notasi titik bilangan desimal (dotted-decimal notation) :
132.168.128.17
Jika kita konversikan ke dalam 4 bagian 32 bit bilangan biner yang disebut OKTET menjadi :
10000100.10100011.10000000.00010001
Dan jika kita tulis dalam bentuk 32 bit bilangan biner menjadi :
10000100101000111000000000010001
Klasifikasi
IP Address dikelompokkan menjadi 5 kelas yaitu : A, B, C, D dan E.
Kelas yang umum digunakan adalah kelas A, B dan C.
Kelas D digunakan untuk multicast sedangkan kelas E dicadangkan untuk keperluan eksprimental.
Kelas IP Address dilihat dengan alamat awal dan akhir-nya :
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
ALAMAT AWAL
ALAMAT AKHIR
A
1 - 126
xxx.0.0.1
xxx.255.255.254
B
128 - 191
xxx.xxx.0.1
xxx.xxx.255.254
C
192 - 223
xxx.xxx.xxx.1
xxx.xxx.xxx.254
Catatan :
IP address dengan alamat 127.0.0.1 tidak dapat digunakan karena merupakan IP address loopback, yaitu IP yang digunakan oleh sebuah komputer untuk mengkoneksikan dirinya sendiri atau alamat localhost.
Dalam pengalamat IP Address, angka 255 tidak dapat digunakan sebagai alamat sebuah host kelas C karena digunakan sebagai alamat Broadcast, yaitu alamat akhir IP Address dalam jaringan.
Terminologi
Berdasarkan penggunaannya, IP address terbagi menjadi :
IP Address Public, yaitu IP address yang digunakan untuk berkomunikasi langsung dengan internet.
IP jenis ini :
a. Harus daftarkan ke ICANN (Internet Corporation for Assigned Names and Numbers) atau InterNIC.
b. Ada biaya registrasinya.
IP Address Public banyak digunakan pada webserver, e-mail server dan gateway/proxy server.
IP Address Private, adalah IP address yang digunakan untuk komunikasi tidak langsung ke internet atau untuk Local Area Network.
IP jenis ini : tidak perlu didaftarkan dan gratis.
Walaupun pada prakteknya untuk LAN kita dapat menggunakan IP Address Prvate dengan angka bebas sesuai dengan kelas yang kita inginkan, namun ICANN memberikan format IP adress yang telah direkomendasikan untuk penggunaan private, yakni :
CLASS
FORMAT IP ADDRESS PRIVATE
A
10.x.x.x
B
172.16.x.x
C
192.168.x.x
Berdasarkan cara konfigurasinya, IP Address dibagi menjadi :
IP Address Dynamic, adalah IP Address yang diberikan sementara oleh sebuah server DHCP kepada komputer client.
Jadi komputer client akan mendapatkan IP Address secara otomatis yang diberikan oleh Server DHCP. Sehingga bisa jadi IP Address client akan selalu berganti saat koneksi ke LAN. Tipe IP Address ini umumnya digunakan untuk komputer dengan jumlah yang besar dimana tidak memungkinkan lagi melakukan setting IP Address masing-masing client secara manual.
Penggunaan IP Address dynamic antara lain saat kita koneksi ke internet menggunakan modem ke ISP.
IP Address Static, adalah IP Address yang diberikan secara tetap kepada komputer client.
Komputer client disetting IP Addressnya secara manual. Untuk LAN yang berskala kecil penggunaan IP Address Static masih banyak digunakan.
SubnetMask
Fungsi dan Format
Subnet Mask adalah nomor yang dikombinasikan dengan IP Address untuk menunjukkan identitas jaringan dimana komputer berada apakah dijaringan lokal atau berada di jaringan global.
Subnet mask juga digunakan untuk membedakan Network ID dan Host ID.
Subnet mask terdiri dari 32 bit bilangan biner yang penulisannya terdiri dari 4 kelompok yang dipisahkan masing-masing oleh titik.
Nomor yang digunakan dari 0 sampai 255. Default subnet mask menggunakan salah satu nomor 0 dan 255, tetapi bisa juga menggunakan nomor yang lain.
Pemakaian Subnet Mask dibagi menjadi tiga kelas dan disesuaikan dengan kelas IP Address yang dipakai dapat dilihat seperti tabel berikut.
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
SUBNETMASK
NETWORK & HOST ID
A
1 - 126
255.0.0.0
nnn.hhh.hhh.hhh
B
128 - 191
255.255.0.0
nnn.nnn.hhh.hhh
C
192 - 223
255.255.255.0
nnn.nnn.nnn.hhh
Format Setting Subnet Mask
NO. MASK
RANGE IP ADDRESS
JUMLAH HOST
0
X.X.X.0 - X.X.X.255
254
192
X.X.X.0 - X.X.X.63
62
224
X.X.X.0 - X.X.X.31
30
240
X.X.X.0 - X.X.X.15
14
248
X.X.X.0 - X.X.X.7
6
252
X.X.X.0 - X.X.X.3
2
Fungsi Subnet Mask dalam jaringan komputer
Sebagai contoh sebuah komputer dalam jaringan menggunakan IP Address kelas C 192.168.1.1 dengan subnet mask 255.255.255.0. artinya komputer tersebut bisa saling berkomunikasi dengan semua IP Address dari 192.168.1.2 s/d 192.168.1.254. Mengapa ? Ingatlah jika menggunakan IP Address kelas C maka format subnet mask nya adalah nnn.nnn.nnn.hhh. Oktet ke empat dari subnet mask tersebut menunjukkan host/komputer yang bisa terkoneksi. Jika angkanya 0 artinya semua host/komputer bisa saling terkoneksi.
Bagaimana jika dalam jaringan tersebut masing-masing komputer menggunakan format subnet mask 255.255.255.192 ? Maka hanya komputer ber-IP Address 192.168.1.1 s/d 192.168.1.62 yang bisa saling berkomunikasi.
Network ID dan Host ID
IP Address dilihat dengan format Network dan Host ID-nya :
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
NETWORK ID
HOST ID
A
1 - 126
xxx
yyy.zzz.www
B
128 - 191
xxx.yyy
zzz.www
C
192 - 223
xxx.yyy.zzz
www
IP Address dilihat dengan jumlah network dan hostnya :
CLASS
RANGE OKTET PERTAMA
JUMLAH NETWORK
JUMLAH HOST
A
1 - 126
128 (2 reserved)
16.777.214
B
128 - 191
16.384
65.534
C
192 - 223
2.097.152
254
Perhatikan IP Address berikut : 132.163.128.17
:: Kelas berapakah IP address tersebut ?
Jawab :
CLASS B (karena oktet pertama-nya berada pada range 128 - 191)
:: Manakah yang merupakan Network ID-nya ?
Jawab :
Karena kelas B network ID-nya adalah oktet pertama dan kedua,
maka network ID dari alamat tersebut adalah 132.163
:: Manakah yang merupakan Host ID-nya ?
Jawab :
Karena kelas B Host ID-nya adalah oktet ketiga dan ke-empat,
maka network ID dari alamat tersebut adalah 128.17
Sekarang akan kita bahas peranan dan fungsi Network dan Host ID ini.
Class A
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas A, misalkan : 10.1.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 10 dan nomor Host ID-nya adalah 1.1.1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.hhh.hhh.hhh
catatan : nnn = network, hhh = host
Artinya, dalam jaringan komputer kelas A mereka bisa saling berkomunikasi jika nomor Network ID satu dengan yang lainnya sama, walau nomor Host ID-nya berbeda-beda, itulah mengapa untuk kelas A bisa terkoneksi sebanyak 16.777.214 komputer/host untuk satu nomor Network ID.
Contoh :
IP Address 10.1.1.1 bisa berkomunikasi langsung dengan IP Address 10.2.2.2, 10.3.3.3 atau bahkan dengan 10.254.254.254 tetapi tidak bisa berkomunikasi langsung dengan IP Address 11.1.1.1
Class B
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas B, misalkan : 128.17.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 128.17 dan nomor Host ID-nya adalah 1.1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.nnn.hhh.hhh
Artinya jika kita mempunyai sebuah IP Address 128.1.1.1 maka hanya bisa berkomunikasi langsung dengan alamat berformat 128.1.x.x misal dengan 128.1.2.1 tetapi tidak bisa dengan 128.2.1.1. Sehingga jumlah host yang bisa terhubung dengan kelas B ini adalah 65.534
Class C
Jika dalam jaringan, sebuah komputer mempunyai IP Address kelas C, misalkan : 192.168.1.1 maka yang merupakan nomor Network ID-nya adalah 192.168.1 dan nomor Host ID-nya adalah 1 sehingga jika dilihat format Network dan host ID-nya adalah : nnn.nnn.nnn.hhh
Artinya jika kita mempunyai sebuah IP Address 192.168.1.1 maka hanya bisa berkomunikasi langsung dengan alamat berformat 192.168.1.x misal dengan 192.168.1.1 tetapi tidak bisa dengan 192.168.2.1. apalagi ke lain kelas 10.10.10.1
Sehingga jumlah host yang bisa terhubung dengan satu format kelas C ini adalah 254.
Konfigurasi IP Address
Konfigurasi IP Address di Windows XP
1. Klik kanan MY NETWORK PLACE di desktop > PROPERTIES
> Maka akan tampil sebegai berikut : [1]
2. Selanjutkan akan tampil : [2]
> klik kanan LOCAL AREA CONNECTIONS > PROPERTIES
3. Selanjutkan akan tampil : [3]
> klik ganda pada INTERNET PROTOCOL (TCP/IP)
atau
> klik INTERNET PROTOCOL (TCP/IP) > pilih PROPERTIES
4. Selanjutkan akan tampil : [4]
> Klik pada USE THE FOLLOWWING IP ADDRESS
> Isilah IP Address pada kolom IP Address
> Isilah Subnetmask nya.
Saat mouse kita klik ke kolom subnetmask maka akan
terisi secara otomatis sesuai dengan kelas dari IP Address
(Windows 2000 Server, Windows XP, Windows 2003 Server).
5. Selanjutkan klik OK > OK
Maka IP Address komputer kita sudah tersetting, untuk mengetahui apakah kita telah benar melakukan prosedur ini, lakukan pengujian untuk melihat IP Address komputer. Lihat di Command untuk IP Address.
5.4 Command untuk IP Address 5.4.1 Melihat IP Address Komputer & Koneksi Jaringan
IPCONFIG
Kadangkala kita belum mengetahui berapa nomor IP Address komputer yang sedang kita gunakan.
Berikut adalah langkah-langkah untuk MENGETAHUI IP ADDRESS KOMPUTER.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik IPCONFIG /all > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai IP Address komputer yang sedang dipakai.
PING (Packet Internet Gropher)
Bagaimana caranya untuk mengetahui apakah koneksi jaringan kita ke komputer lainnya dalam kondisi bagus ?
Berikut adalah langkah-langkah untuk mengetahui kualitas jaringan komputer kita.
1. Klik START > RUN > ketik COMMAND atau CMD (Win XP) > enter
2. Akan tampil layar Command Prompt > ketik PING ipaddress_tujuan > enter
3. Maka akan tampil informasi mengenai koneksi komputer kita ke komputer tujuan.
Ini adalah kemungkinan-kemungkinan hasil command PING :
1. "Refly from ip_tujuan: bytes=32 time<1ms ttl="64" loss =""> artinya koneksi komputer kita ke komputer ip_tujuan bagus
2. "Request timed out" atau "Destination host unreacheble"
=> artinya tidak adanya koneksi ke komputer ip_tujuan
bisa karena tidak satu kelas dan satu network ID atau kabel tidak terpasang
2 komentar:




