Jumat, 23 April 2010


Mengenal Metodologi Pengembangan Sistem Informasi

Pada saat dihadapkan pada pemilihan metodologi pengembangan sistem, banyak diantara kita yang akhirnya bingung. Padahal salah menentukan metodologi, dapat merembet ke penyusunan jadwal, staffing proyek, biaya dan lain-lain. Oleh karena itu, pemilihan metodologi menurut saya merupakan bagian yang lumayan penting, tidak hanya pada saat pengembangan sistem informasi namun juga pada pengembangan proyek-proyek lain.

Dalam pengembangan sebuah sistem, kita mengenal konsep SDLC (system development life cycle). Secara global definisi SDLC dapat dikatakan sebagai suatu proses berkesinambungan untuk menciptakan atau merubah sebuah sistem, merupakan sebuah model atau metodologi yang digunakan untuk melakukan pengembangan sistem. Dapat dikatakan dalam SDLC merupakan usaha bagaimana sebuah sistem informasi dapat mendukung kebutuhan bisnis, rancangan & pembangunan sistem serta delivering-nya kepada pengguna.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Secara umum, tahapan SDLC meliputi proses perencanaan, analisis, desain dan implementasi.

Planning
Proses perencanaan biasanya lebih menekankan pada alasan mengapa sebuah sistem harus dibuat.

Analysis
Tahapan perencanaan ini kemudian dilanjutkan dengan proses analisis yang lebih menekankan pada siapa, apa, kapan dan dimana sebuah sistem akan dibuat.

Design
Sedangkan pada proses desain lebih menekankan kepada bagaimana sistem akan berjalan
Implementation
Tahap terakhir dilanjutkan dengan fase implementasi yaitu proses delivery-nya kepada pengguna.

Pendekatan formal tahapan pengembangan sistem disebut metodologi. Saat ini bermacam-macam metodologi dalam pengembangan sistem. Wah, tambah bingung aja milihnya dong.. Nggak usah kuatir, sampeyan dapat memilih metodologi yang tepat disesuaikan dengan kebutuhan proses bisnis dan data yang mendukungnya.

Beberapa metodologi yang biasa dikenal antara lain Structural Design, Rapid Application Development (RAD) dan Agile Development.

Structural Design

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Merupakan sebuah metode pengembangan sistem dimana antara satu fase ke fase yang lain dilakukan secara berurutan. Biasanya sebuah langkah akan diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Keuntungan menggunakan metodologi ini requirement harus didefinisikan lebih mendalam sebelum proses coding dilakukan. Disamping itu metodologi ini memungkinkan sesedikit mungkin perubahan dilakukan pada saat proyek berlangsung. Namun, metodologi ini juga mempunyai beberapa kelemahan, diantaranya desain harus komplit sebelum programming dimulai, serta jika terjadi fase yang terlewati, maka biaya yang akan ditimbulkan akan lumayan besar.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Bagian dari metodologi ini antara lain Waterfall Modeling dan Parallel Development. Berbeda dengan Waterfall Modeling, Parallel Development memungkinkan beberapa fase dilakukan secara bersama-sama untuk mempersingkat waktu.

Rapid Application Development (RAD)

Metodologi ini melakukan beberapa penyesuaian terhadap SDLC pada beberapa bagian sehingga lebih cepat untuk sampai ke tangan pengguna. metodologi ini biasanya mensyaratkan beberapa teknik dan alat2 khusus agar proses bisa cepat, misalnya melakukan sesi joint application development (JAD), penggunaan alat-alat computer aided software engineering (CASE Tools), kode generator dan lain-lain.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Beberapa kategori RAD misalnya Phased Development, Prototyping dan Throw-away Prototyping. Phased Development membagi sistem secara keseluruhan menjadi beberapa versi sistem. Setelah desain untuk versi pertama selesai maka akan dilanjutkan ke implementasi. Setelah versi pertama terselesaikan, maka pengembang akan memulai lagi ke versi selanjutnya.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Metodologi prototyping melakukan analisis, desain dan implementasi secara bersamaan, kemudian dilakukan secara berulang-ulang untuk mendapat review dari pengguna. Sebuah prototiping adalah sebuah sistem dalam fungsi yang sangat minimal.
Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini. Sedangkan metodologi Throwaway Prototyping hampir sama dengan metodologi Prototyping. Perbedaannya bahwa pada metodologi ini, analisis dilakukan lebih mendalam lagi.

Agile Development

Bisa dikatakan ini merupakan metodologi yang lebih cepat dalam pengembangan sebuah sistem informasi. Metodologi ini melakukan perampingan pada proses pemodelan dan pembuatan dokumentasi. Pengembangan metodologi ini adalah eXtreme Programming dan Scrum.


Materi UAS Perancangan Sistem Informasi :

1. DFD
2. ERD
3. HIPO
4. Bagan Terstruktur
5. Perancangan Input-Output



Soal-soal Latihan Perancangan Sistem Informasi



Contoh DFD.

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.


Contoh Soal :

1. Diagram di atas menggambarkan prosedur utama dari sistem perpustakaan online, diagram tersebut merupakan bagian dari data flow diagram, yaitu :
1. Diagram Konteks
2. Diagram Zero
3. Diagram Detail
4. Diagram Level 1



2. DFD di atas terdiri dari 2 terminator dan 2 proses, yang merupakan terminator dari DFD tersebut adalah :
1. Mahasiswa dan Dosen
2. Pemesanan Buku dan Buku
3. Cari Buku dan Pemesanan Buku
4. Mahasiswa dan Buku



3. Di bawah ini merupakan input yang diterima proses Cari Buku :
1. Data Buku
2. Daftar Buku
3. Data Pemesanan
4. Status Buku




4. Pernyataan yang paling benar untuk alur data Status Buku adalah :
1. Status buku merupakan data yang dihasilkan dari proses cari buku
2. Status buku akan disimpan pada data store pemesanan buku
3. Status buku merupakan data yang akan digunakan oleh proses pesan buku
4. Status buku merupakan bagian dari data buku yang akan diupdate setiap terjadi pemesanan buku



5. Pada sistem di atas datastore buku mengalami :
1. Pembacaan (Read)
2. Penulisan (Write)
3. Pengupdatean
4. Penghapusan

Contoh ERD


Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.



1. Jenis Participation Constraint dari ERD di atas adalah :

1. Partial Paticipation c. Partition Participation
2. Total Participation d. Cardinality Participation



2. Atribut Key dari ERD diatas adalah :
1. NPM & Kode_buku c. NPM & Judul_Buku
2. Nama Depan & Nama Belakang d. Umur & Hobi



3. Alamat merupakan atribut :
1. Single c. Composite
2. Multivalue d. Derivatif



4. Hobi merupakan atribut :
1. Multivalue c. Composite
2. Single d. Derivatif



5. Nama merupakan atribut :
1. Composite c. Single
2. Multivalue d. Derivatif



6. Transformasi dari ERD di atas ke dalam bentuk tabel RDBMS yang sudah dalam bentuk normal kedua (2NF) menghasilkan :
1. 3 Tabel dengan key NPM, Kode Buku dan NPM + Kode Buku
2. 3 Tabel dengan key NPM, Kode Buku dan Tgl_Pesan
3. 2 Tabel dengan key NPM dan Kode Buku
4. 1 Tabel dengan key NPM



7. Derajat dari ERD tersebut adalah :
1. M:N c. Unary
2. N:M d. Binary




Contoh HIPO

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.


1. HIPO (Hierarchycal plus Input Proses Output) merupakan alat perancangan sistem terstruktur yang bergantung terhadap fungsi, fungsi-fungsi yang terdapat pada diagram HIPO di atas adalah :
1. Input dan Output

b. Cari Buku dan Pesan Buku

3. Buku dan Anggota
4. Pemesanan buku dan Pilihan



2. File Anggota merupakan input dari fungsi :
1. Cari Buku
2. Pesan Buku
3. Buku
4. Pemesanan Buku



3. Pesan kesalahan merupakan output dari :
1. Cari Buku
2. Pesan Buku
3. a dan b benar
4. a dan b salah




Contoh Bagan Terstruktur

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.

Contoh Soal :

1. Couple Data dari diagram di atas adalah :

1. Data Buku, Data Penjualan
2. Input Jumlah Buku dan Hitung Total Penjualan
3. A, b salah
4. A, b benar



2. Modul dari diagram di atas adalah :
1. Data Buku, Data Penjualan
2. Input Jumlah Buku dan Hitung Total Penjualan
3. A, b salah
4. A, b benar



Contoh Flowchart

Browser Anda mungkin tidak bisa menampilkan gambar ini.

Contoh Soal :

1. Flowchart di atas merupakan flowchart untuk proses :
1. Cek apakah mahasiswa atau dosen yang bersangkutan merupakan anggota
2. Pendaftaran Anggota baru
3. Pengupdatean NPM dan NIM
4. Pemesanan buku



2. Flowchart di atas merupakan :
1. Dokumen Flowchart
2. Proses Flowchart
3. Sistem Flowchart
4. Program Flowchart



3. Jika A.Tgl_Lahir tidak sama dengan Tgl_Lahir, maka :
1. Muncul pesan “NPM/NIP tidak ada”
2. Muncul pesan “NPM/NIP dan Tanggal Lahir tidak cocok”
3. Muncul pesan “Tanggal Lahir salah”
4. Selesai

2 komentar:

i am yours