Selasa, 20 Desember 2011


ternak ikan patin
BUDIDAYA IKAN PATIN
( Pangasius pangasius )



1. SEJARAH SINGKAT

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, karena memiliki harga jual yang tinggi. Hal inilah yang menyebabkan ikan patin mendapat perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pemberian makanan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin bisa mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini. Ikan patin berbadan panjang untuk ukuran ikan tawar lokal, warna putih seperti perak, punggung berwarna kebiru-biruan. Kepala ikan patin relatif kecil, mulut terletak di ujung kepala agak di sebelah bawah (merupakan ciri khas golongan catfish). Pada sudut mulutnya terdapat dua pasang kumis pendek yang berfungsi sebagai peraba.

2. SENTRA PERIKANAN

Penangkaran ikan patin banyak terdapat di Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Kalimantan.

3. JENIS

Klasifikasi ikan patin adalah sebagai berikut:
Ordo : Ostarioplaysi.
Subordo : Siluriodea.
Famili : Pangasidae.
Genus : Pangasius.
Spesies : Pangasius pangasius Ham. Buch.

Kerabat patin di Indonesia terdapat cukup banyak, diantaranya:

Pangasius polyuranodo (ikan juaro)
Pangasius macronema
Pangasius micronemus
Pangasius nasutus
Pangasius nieuwenhuisii
4. MANFAAT

Sebagai sumber penyediaan protein hewani.
Sebagai ikan hias.
5. PERSYARATAN LOKASI

Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos. Jenis tanah tersebut dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor sehingga dapat dibuat pematang/dinding kolam.
Kemiringan tanah yang baik untuk pembuatan kolam berkisar antara 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Apabila pembesaran patin dilakukan dengan jala apung yang dipasang disungai maka lokasi yang tepat yaitu sungai yang berarus lambat.
Kualitas air untuk pemeliharaan ikan patin harus bersih, tidak terlalu keruhdan tidak tercemar bahan-bahan kimia beracun, dan minyak/limbah pabrik. Kualitas air harus diperhatikan, untuk menghindari timbulnya jamur, maka perlu ditambahkan larutan penghambat pertumbuhan jamur (Emolin atau Blitzich dengan dosis 0,05 cc/liter).
Suhu air yang baik pada saat penetasan telur menjadi larva di akuarium adalah antara 26–28 derajat C. Pada daerah-daerah yang suhu airnya relatif rendah diperlukan heater (pemanas) untuk mencapai suhu optimal yang relatif stabil.
Keasaman air berkisar antara: 6,5–7.
6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA

Budidaya ikan patin meliputi beberapa kegiatan, secara garis besar dibagi menjadi 2 kegiatan yaitu pembenihan dan pembesaran. Kedua jenis kegiatan ini umumnya belum populer dilakukan oleh masyarakat, karena umumnya masih mengandalkan kegiatan penangkapan di alam (sungai, situ, waduk, dan lain-lain) untuk memenuhi kebutuhan akan ikan patin. Kegiatan pembenihan merupakan upaya untuk menghasilkan benih pada ukuran tertentu. Produk akhirnya berupa benih berukuran tertentu, yang umumnya adalah benih selepas masa pendederan. Benih ikan patin dapat diperoleh dari hasil tangkapan di perairan umum. Biasanya menjelang musim kemarau pada pagi hari dengan menggunakan alat tangkap jala atau jaring. Benih dapat juga dibeli dari Balai Pemeliharaan Air Tawar di Jawa Barat. Benih dikumpulkan dalam suatu wadah, dan dirawat dengan hati-hati selama 2 minggu. Jika air dalam penampungan sudah kotor, harus segera diganti dengan air bersih, dan usahakan terhindar dari sengatan matahari. Sebelum benih ditebar, dipelihara dulu dalam jaring selama 1 bulan, selanjutnya dipindahkan ke dalam hampang yang sudah disiapkan. Secara garis besar usaha pembenihan ikan patin meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:

Pemilihan calon induk siap pijah.
Persiapan hormon perangsang/kelenjar hipofise dari ikan donor,yaitu ikan mas.
Kawin suntik (induce breeding).
Pengurutan (striping).
Penetasan telur.
Perawatan larva.
Pendederan.
Pemanenan.
Pada usaha budidaya yang semakin berkembang, tempat pembenihan dan pembesaran sering kali dipisahkan dengan jarak yang agak jauh. Pemindahan benih dari tempat pembenihan ke tempat pembesaran memerlukan penanganan khusus agar benih selamat. Keberhasilan transportasi benih ikan biasanya sangat erat kaitannya dengan kondisi fisik maupun kimia air, terutama menyangkut oksigen terlarut, NH3, CO2 , pH, dan suhu air.

Penyiapan Sarana dan Peralatan
Lokasi kolam dicari yang dekat dengan sumber air dan bebas banjir. Kolam dibangun di lahan yang landai dengan kemiringan 2–5% sehingga memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.
Kolam pemeliharaan induk
Luas kolam tergantung jumlah induk dan intensitas pengelolaannya. Sebagai contoh untuk 100 kg induk memerlukan kolam seluas 500 meter persegi bila hanya mengandalkan pakan alami dan dedak. Sedangkan bila diberi pakan pelet, maka untuk 100 kg induk memerlukan luas 150-200 meter persegi saja. Bentuk kolam sebaiknya persegi panjang dengan dinding bisa ditembok atau kolam tanah dengan dilapisi anyaman bambu bagian dalamnya. Pintu pemasukan air bisa dengan paralon dan dipasang sarinya, sedangkan untuk pengeluaran air sebaiknya berbentuk monik.
Kolam pemijahan
Tempat pemijahan dapat berupa kolam tanah atau bak tembok. Ukuran/luas kolam pemijahan tergantung jumlah induk yang dipijahkan dengan bentuk kolam empat persegi panjang. Sebagai patokan bahwa untuk 1 ekor induk dengan berat 3 kg memerlukan luas kolam sekitar 18 m 2 dengan 18 buah ijuk/kakaban. Dasar kolam dibuat miring kearah pembuangan, untuk menjamin agar dasar kolam dapat dikeringkan. Pintu pemasukan bisa dengan pralon dan pengeluarannya bisa juga memakai pralon (kalau ukuran kolam kecil) atau pintu monik. Bentuk kolam penetasan pada dasarnya sama dengan kolam pemijahan dan seringkali juga untuk penetasan menggunakan kolam pemijahan. Pada kolam penetasan diusahakan agar air yang masuk dapat menyebar ke daerah yang ada telurnya.
Kolam pendederan
Bentuk kolam pendederan yang baik adalah segi empat. Untuk kegiatan pendederan ini biasanya ada beberapa kolam yaitu pendederan pertama dengan luas 25-500 m 2 dan pendederan lanjutan 500-1000 m 2 per petak. Pemasukan air bisa dengan pralon dan pengeluaran/ pembuangan dengan pintu berbentuk monik. Dasar kolam dibuatkan kemalir (saluran dasar) dan di dekat pintu pengeluaran dibuat kubangan. Fungsi kemalir adalah tempat berkumpulnya benih saat panen dan kubangan untuk memudahkan penangkapan benih. dasar kolam dibuat miring ke arah pembuangan. Petak tambahan air yang mempunyai kekeruhan tinggi (air sungai) maka perlu dibuat bak pengendapan dan bak penyaringan.
Pembibitan
Menyiapkan Bibit
Bibit yang hendak dipijahkan bisa berasal dari hasil pemeliharaan dikolam sejak kecil atau hasil tangkapan dialam ketika musim pemijahan tiba. Induk yang ideal adalah dari kawanan patin dewasa hasil pembesaran dikolam sehingga dapat dipilihkan induk yang benar-benar berkualitas baik.
Perlakuan dan Perawatan Bibit
Induk patin yang hendak dipijahkan sebaiknya dipelihara dulu secara khusus di dalam sangkar terapung. Selama pemeliharaan, induk ikan diberi makanan khusus yang banyak mengandung protein. Upaya untuk memperoleh induk matang telur yang pernah dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Perikanan Air Tawar Palembang adalah dengan memberikan makanan berbentuk gumpalan (pasta) dari bahan-bahan pembuat makanan ayam dengan komposisi tepung ikan 35%, dedak halus 30%, menir beras 25%, tepung kedelai 10%, serta vitamin dan mineral 0,5%. Makanan diberikan lima hari dalam seminggu sebanyak 5% setiap hari dengan pembagian pagi hari 2,5% dan sore hari 2,5%. Selain itu, diberikan juga rucah dua kali seminggu sebanyak 10% bobot ikan induk. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kematangan gonad. Ciri-ciri induk patin yang sudah matang gonad dan siap dipijahkan adalah sebagai berikut :
Induk betina
Umur tiga tahun.
Ukuran 1,5–2 kg.
Perut membesar ke arah anus.
Perut terasa empuk dan halus bila di raba.
Kloaka membengkak dan berwarna merah tua.
Kulit pada bagian perut lembek dan tipis.
kalau di sekitar kloaka ditekan akan keluar beberapa butir telur yang bentuknya bundar dan besarnya seragam.
Induk jantan
Umur dua tahun.
Ukuran 1,5–2 kg.
Kulit perut lembek dan tipis.
Bila diurut akankeluar cairan sperma berwarna putih.
Kelamin membengkak dan berwarna merah tua.
Benih ikan patin yang berumur 1 hari dipindahkan ke dalam akuarium berukuran 80 cm x 45 cm x 45 cm. Setiap akuarium diisi dengan air sumur bor yang telah diaerasi. Kepadatan penebaran ikan adalah 500 ekor per akuarium. Aerator ditempatkan pada setiap akuarium agar keperluan oksigen untuk benih dapat tercukupi. Untuk menjaga kestabilan suhu ruangan dan suhu air digunakan heater atau dapat menggunakan kompor untuk menghemat dana. Benih umur sehari belum perlu diberi makan tambahan dari luar karena masih mempunyai cadangan makanan berupa yolk sac atau kuning telur. Pada hari ketiga, benih ikan diberi makanan tambahan berupa emulsi kuning telur ayam yang direbus. Selanjutnya berangsur-angsur diganti dengan makanan hidup berupa Moina cyprinacea atau yang biasa dikenal dengan kutu air dan jentik nyamuk. Pembesaran ikan patin dapat dilakukan di kolam, di jala apung, melalui sistem pen dan dalam karamba.
Pembesaran ikan patin di kolam dapat dilakukan melalui sistem monokultur maupun polikultur.
Pada pembesaran ikan patin di jala apung, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: lokasi pemeliharaan, bagaimana cara menggunakan jala apung, bagaimana kondisi perairan dan kualitas airnya serta proses pembesarannya.
Pada pembesaran ikan patin sistem pen, perlu diperhatikan: pemilihan lokasi, kualitas air, bagaimana penerapan sistem tersebut, penebaran benih, dan pemberian pakan serta pengontrolan dan pemanenannya.
Pada pembesaran ikan patin di karamba, perlu diperhatikan masalah: pemilihan lokasi, penebaran benih, pemberian pakan tambahan, pengontrolan dan pemanenan. Hampang dapat terbuat dari jaring, karet, bambu atau ram kawat yang dilengkapi dengan tiang atau tunggak yang ditancapkan ke dasar perairan. Lokasi yang cocok untuk pemasangan hampang : kedalaman air ± 0,5-3 m dengan fluktuasi kedalaman tidak lebih dari 50 cm, arus tidak terlalu deras, tetapi cukup untuk sirkulasi air dalam hampang. Perairan tidak tercemar dan dasarnya sedikit berlumpur. Terhindar dari gelombang dan angin yang kencang serta terhindar dari hama, penyakit dan predator (pemangsa). Pada perairan yang dasarnya berbatu, harus digunakan pemberat untuk membantu mengencangkan jaring. Jarak antara tiang bambu/kayu sekitar 0,5-1 m.
Pemeliharaan Pembesaran
Pemupukan
Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50–700 gram/m 2
Pemberian Pakan
Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan dalam hampang. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (smpel).
Pemeliharaan Kolam dan Tambak
Selama pemeliharaan, ikan dapat diberi makanan tambahan berupa pellet setiap hari dan dapat pula diberikan ikan-ikan kecil/sisa (ikan rucah) ataupun sisa dapur yang diberikan 3-4 hari sekali untuk perangsang nafsu makannya.
7. HAMA DAN PENYAKIT

Hama
Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Hama serupa juga terdapat pada usaha pembesaran patin sistem hampang (pen) dan karamba. Karamba yang ditanam di dasar perairan relatif aman dari serangan hama. Pada pembesaran ikan patin di jala apung (sistem sangkar ada hama berupa ikan buntal (Tetraodon sp.) yang merusak jala dan memangsa ikan. Hama lain berupa ikan liar pemangsa adalah udang, dan seluang (Rasbora). Ikan-ikan kecil yang masuk kedalam wadah budidaya akan menjadi pesaing ikan patin dalam hal mencari makan dan memperoleh oksigen. Untuk menghindari serangan hama pada pembesaran di jala apung (rakit) sebaiknya ditempatkan jauh dari pantai. Biasanya pinggiran waduk atau danau merupakan markas tempat bersarangnya hama, karena itu sebaiknya semak belukar yang tumbuh di pinggir dan disekitar lokasi dibersihkan secara rutin. Cara untuk menghindari dari serangan burung bangau (Lepto-tilus javanicus), pecuk (Phalacrocorax carbo sinensis), blekok (Ramphalcyon capensis capensis) adalah dengan menutupi bagian atas wadah budi daya dengan lembararan jaring dan memasang kantong jaring tambahan di luar kantong jaring budi daya. Mata jaring dari kantong jaring bagian luar ini dibuat lebih besar. Cara ini berfungsi ganda, selain burung tidak dapat masuk, ikan patin juga tidak akan berlompatan keluar.
Penyakit
Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.
Penyakit akibat infeksi Organisme patogen yang menyebabkan infeksi biasanya berupa parasit, jamur, bakteri, dan virus. Produksi benih ikan patin secara masal masih menemui beberapa kendala antara lain karena sering mendapat serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) sehingga banyak benih patin yang mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan. Dalam usaha pembesaran patin belum ada laporan yang mengungkapkan secara lengkap serangan penyakit pada ikan patin, untuk pencegahan, beberapa penyakit akibat infeksi berikut ini sebaiknya diperhatikan.
Penyakit parasit
Penyakit white spot (bintik putih) disebabkan oleh parasit dari bangsa protozoa dari jenis Ichthyoptirus multifilis Foquet. Pengendalian: menggunakan metil biru atau methilene blue konsentrasi 1% (satu gram metil biru dalam 100 cc air). Ikan yang sakit dimasukkan ke dalam bak air yang bersih, kemudian kedalamnya masukkan larutan tadi. Ikan dibiarkan dalam larutan selama 24 jam. Lakukan pengobatan berulang-ulang selama tiga kali dengan selang waktu sehari.
Penyakit jamur
Penyakit jamur biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyakit ini biasanya terjadi akibat adanya luka pada badan ikan. Penyebab penyakit jamur adalah Saprolegnia sp. dan Achlya sp. Pada kondisi air yang jelek, kemungkinan patin terserang jamur lebih besar. Pencegahan penyakit jamur dapat dilakukan dengan cara menjaga kualitas air agar kondisinya selalu ideal bagi kehidupan ikan patin. Ikan yang terlanjur sakit harus segera diobati. Obat yang biasanya di pakai adalah malachyt green oxalate sejumlah 2 –3 g/m air (1 liter) selama 30 menit. Caranya rendam ikan yang sakit dengan larutan tadi, dan di ulang sampai tiga hari berturut- turut.
Penyakit bakteri
Penyakit bakteri juga menjadi ancaman bagi ikan patin. Bakteri yang sering menyerang adalah Aeromonas sp. dan Pseudo-monas sp. Ikan yang terserang akan mengalami pendarahan pada bagian tubuh terutama di bagian dada, perut, dan pangkal sirip. Penyakit bakteri yang mungkin menyerang ikan patin adalah penyakit bakteri yang juga biasa menyerang ikan-ikan air tawar jenis lainnya, yaitu Aeromonas sp. dan Pseudomonas sp. Ikan patin yang terkena penyakit akibat bakteri, ternyata mudah menular, sehingga ikan yang terserang dan keadaannya cukup parah harus segera dimusnahkan. Sementara yang terinfeks, tetapi belum parah dapat dicoba dengan beberapa cara pengobatan. Antara lain:
Dengan merendam ikan dalam larutan kalium permanganat (PK) 10-20 ppm selama 30–60 menit,
Merendam ikan dalam larutan nitrofuran 5- 10 ppm selama 12–24 jam, atau
merendam ikan dalam larutan oksitetrasiklin 5 ppm selama 24 jam.
Penyakit non-infeksi
Penyakit non-infeksi banyak diketemukan adalah keracunan dan kurang gizi.Keracunan disebabkan oleh banyak faktor seperti pada pemberian pakan yang berjamur dan berkuman atau karena pencemaran lingkungan perairan. Gajala keracunan dapat diidentifikasi dari tingkah laku ikan. - Ikan akan lemah, berenang megap-megap dipermukaan air. Pada kasus yang berbahaya, ikan berenang terbalik dan mati. Pada kasus kurang gizi, ikan tampak kurus dan kepala terlihat lebih besar, tidak seimbang dengan ukuran tubuh, kurang lincah dan berkembang tidak normal.
Kendala yang sering dihadapi adalah serangan parasit Ichthyoptirus multifilis (white spot) mengakibatkan banyak benih mati, terutama benih yang berumur 1-2 bulan.
Penyakit ini dapat membunuh ikan dalam waktu singkat.
Organisme ini menempel pada tubuh ikan secara bergerombol sampai ratusan jumlahnya sehingga akan terlihat seperti bintik-bintik putih.
Tempat yang disukai adalah di bawah selaput lendir sekaligus merusak selaput lendir tersebut.
8. PANEN

Penangkapan
Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari.
Pembersihan
Ikan patin yang dipelihara dalam hampang dapat dipanen setelah 6 bulan. Untuk melihat hasil yang diperoleh, dari benih yang ditebarkan pada waktu awal dengan berat 8-12 gram/ekor, setelah 6 bulan dapat mencapai 600-700 gram/ekor. Pemungutan hasil dapat dilakukan dengan menggunakan jala sebanyak 2-3 buah dan tenaga kerja yang diperlukan sebanyak 2-3 orang. Ikan yang ditangkap dimasukkan kedalam wadah yang telah disiapkan.
9. PASCAPANEN

Penanganan pascapanen ikan patin dapat dilakukan dengan cara penanganan ikan hidup maupun ikan segar.

Penanganan ikan hidup
Adakalanya ikan konsumsi ini akan lebih mahal harganya bila dijual dalam keadaan hidup. Hal yang perlu diperhatikan agar ikan tersebut sampai ke konsumen dalam keadaan hidup, segar dan sehat antara lain:
Dalam pengangkutan gunakan air yang bersuhu rendah sekitar 20 derajat C.
Waktu pengangkutan hendaknya pada pagi hari atau sore hari.
Jumlah kepadatan ikan dalam alat pengangkutan tidak terlalu padat.
Penanganan ikan segar
Ikan segar mas merupakan produk yang cepat turun kualitasnya. Hal yang perlu diperhatikan untuk mempertahankan kesegaran antara lain:
Penangkapan harus dilakukan hati-hati agar ikan-ikan tidak luka.
Sebelum dikemas, ikan harus dicuci agar bersih dan lendir.
Wadah pengangkut harus bersih dan tertutup. Untuk pengangkutan jarak dekat (2 jam perjalanan), dapat digunakan keranjang yang dilapisi dengan daun pisang/plastik. Untuk pengangkutan jarak jauh digunakan kotak dan seng atau fiberglass. Kapasitas kotak maksimum 50 kg dengan tinggi kotak maksimum 50 cm.
Ikan diletakkan di dalam wadah yang diberi es dengan suhu 6-7 derajat C. Gunakan es berupa potongan kecil-kecil (es curai) dengan perbandingan jumlah es dan ikan=1:1. Dasar kotak dilapisi es setebal 4-5 cm. Kemudian ikan disusun di atas lapisan es ini setebal 5-10 cm, lalu disusul lapisan es lagi dan seterusnya. Antara ikan dengan dinding kotak diberi es, demikian juga antara ikan dengan penutup kotak.
Sedangkan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pananganan benih adalah sebagai berikut:
Benih ikan harus dipilih yang sehat yaitu bebas dari penyakit, parasit dan tidak cacat. Setelah itu, benih ikan baru dimasukkan ke dalam kantong plastik (sistem tertutup) atau keramba (sistem terbuka).
Air yang dipakai media pengangkutan harus bersih, sehat, bebas hama dan penyakit serta bahan organik lainya. Sebagai contoh dapat digunakan air sumur yang telah diaerasi semalam.
Sebelum diangkut benih ikan harus diberok dahulu selama beberapa hari. Gunakan tempat pemberokan berupa bak yang berisi air bersih dan dengan aerasi yang baik. Bak pemberokan dapat dibuat dengan ukuran 1 m x 1 m atau 2 m x 0,5 m. Dengan ukuran tersebut, bak pemberokan dapat menampung benih ikan mas sejumlah 5000–6000 ekor dengan ukuran 3-5 cm. Jumlah benih dalam pemberokan harus disesuaikan dengan ukuran benihnya.
Berdasarkan lama/jarak pengiriman, sistem pengangkutan benih terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
Sistem terbuka
Dilakukan untuk mengangkut benih dalam jarak dekat atau tidak memerlukan waktu yang lama. Alat pengangkut berupa keramba. Setiap keramba dapat diisi air bersih 15 liter dan dapat untuk mengangkut sekitar 5000 ekor benih ukuran 3-5 cm.
Sistem tertutup
Dilakukan untuk pengangkutan benih jarak jauh yang memerlukan waktu lebih dari 4-5 jam, menggunakan kantong plastik. Volume media pengangkutan terdiri dari air bersih 5 liter yang diberi buffer Na2(hpo)4.1H2O sebanyak 9 gram.
Cara pengemasan benih ikan yang diangkut dengan kantong plastik:
masukkan air bersih ke dalam kantong plastik kemudian benih;
hilangkan udara dengan menekan kantong plastik ke permukaan air;
alirkan oksigen dari tabung dialirkan ke kantong plastik sebanyak 2/3 volume keseluruhan rongga (air:oksigen=1:1);
kantong plastik lalu diikat.
kantong plastik dimasukkan ke dalam dos dengan posisi membujur atau ditidurkan. Dos yang berukuran panjang 0,50 m, lebar 0,35 m, dan tinggi 0,50 m dapat diisi 2 buah kantong plastik.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan setelah benih sampai di tempat tujuan adalah sebagai berikut:

Siapkan larutan tetrasiklin 25 ppm dalam waskom (1 kapsul tertasiklin dalam 10 liter air bersih).
Buka kantong plastik, tambahkan air bersih yang berasal dari kolam setempat sedikit demi sedikit agar perubahan suhu air dalam kantong plastik terjadi perlahan-lahan.
Pindahkan benih ikan ke waskom yang berisi larutan tetrasiklin selama 1-2 menit.
Masukan benih ikan ke dalam bak pemberokan. Dalam bak pemberokan benih ikan diberi pakan secukupnya. Selain itu, dilakukan pengobatan dengan tetrasiklin 25 ppm selama 3 hari berturut-turut. Selain tetrsikli dapat juga digunakan obat lain seperti KMNO4 sebanyak 20 ppm atau formalin sebanyak 4% selama 3-5 menit.
Setelah 1 minggu dikarantina, tebar benih ikan di kolam budidaya. Pengemasan benih harus dapat menjamin keselamatan benih selama pengangkutan.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengemasan benih ikan patin yaitu:

Sediakan kantong plastik sesuai kebutuhan. Setiap kantong dibuat rangkap untuk menghindari kebocoran. Sediakan karet gelang untuk simpul sederhana. Masing-masing kantong diisi air sumur yang telah diaerasi selama 24 jam.
Benih ikan yang telah dipuasakan selama 18 jam ditangkap dengan serokan halus kemudian dimasukan kedalam kantong plastik tadi.
Satu persatu kantong diisi dengan oksigen murni (perbandingan air:oksigen = 1:2). Setelah itu segera diikat dengan karet gelang rangkap.
Kantong-kantong plastik berisi benih dimasukkan kedalam kardus.
Lama pengangkutan. Benih ikan patin dapat diangkut selama 10 jam dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98,67%. Jika jarak yang hendak ditempuh memerlukan waktu yang lama maka satu- satunya cara untuk menjamin agar ikan tersebut selamat adalah dengan mengurangi jumlah benih ikan di dalam setiap kantong plastik.
Berdasarkan penelitian terbukti bahwa benih patin masih aman diangkut selama 14 jam dengan kapadatan 300 ekor per liter.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA

Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis usaha ikan patin pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat adalah sebagai berikut:
Biaya produksi
Kolam pemijahan 2 x 2 m Rp. 200.000,-
Bibit /benih
2 ekor induk @ Rp. 150.000,- Rp. 300.000,-
Ikan donor 5 Kg @ Rp. 10.000,- Rp. 50.000,-
Pakan/makanan (Artemia Salina) Rp. 80.000,-
Obat
Alat suntik 0,5 cc (2 buah) @ Rp. 4000,- Rp. 8.000,-
Pregnil Rp. 50.000,-
Alat
Bangunan dan sumur Rp. 2.000.000,-
Genzet Rp. 2.500.000,-
Aerator Rp. 500.000,-
Selang aquarium 50 m @ Rp 1000,- Rp. 50.000,-
Kompor (4 unit) @ Rp. 25.000,- Rp. 100.000,-
100 unit aquarium: 40x80 cm @ Rp 35.000,- Rp. 3.500.000,-
Tenaga kerja
Tenaga kerja tetap 14 hari, 2 orang @ Rp.20.000,- Rp. 560.000,-
Biaya tak terduga 10% Rp. 989.800,-
Jumlah biaya produksi Rp. 10.887.800,-
Biaya investasi rata-rata/aquarium Rp. 98.000,-
Presentase output terhadap investasi/aquarium 3,15 %
Analisis usaha untuk menutup investasi
Periode 1: 2 Minggu pertama Benih @ Aquarium:100 ekor=100x100xRp.125,- Rp. 1.250.000,-
Periode II : Pengeluaran Tetap/2 mingguan Rp. 480.000,-
Dari perhitungan di atas pada periode ke 14 atau sekitar 7 bulan, telah dapat menutup investasi, Pada Produksi ke 15 ke atas sudah dapat memetik keuntungan

Gambaran Peluang Agribisnis
Dengan adanya luas perairan umum di Indonesia yang terdiri dari sungai, rawa, danau alam dan buatan seluas hampir mendekati 13 juta ha merupakan potensi alam yang sangat baik bagi pengembangan usaha perikanan di Indonesia. Disamping itu banyak potensi pendukung lainnya yang dilaksanakan oleh pemerintah dan swasta dalam hal permodalan, program penelitian dalam hal pembenihan, penanganan penyakit dan hama dan penanganan pasca panen, penanganan budidaya serta adanya kemudahan dalam hal periizinan import. Walaupun permintaan di tingkal pasaran lokal akan ikan patin dan ikan air tawar lainnya selalu mengalami pasang surut, namun dilihat dari jumlah hasil penjualan secara rata-rata selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Apabila pasaran lokal ikan patin mengalami kelesuan, maka akan sangat berpengaruh terhadap harga jual baik di tingkat petani maupun di tingkat grosir di pasar ikan. Selain itu penjualan benih ikan patin boleh dikatakan hampir tak ada masalah, prospeknya cukup baik. Selain adanya potensi pendukung dan faktor permintaan komoditi perikanan untuk pasaran lokal, maka sektor perikanan merupakan salah satu peluang usaha bisnis yang cerah.

Rabu, 06 Juli 2011

AY AY..

Intro: D F#m G A

D F#m
ay apa kabarmu
G A
lama kita tidak bertemu
D F#m
ay dengarkan aku
G A
saat ini ku merindumu

Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu

Chorus:
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A D
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu

D F#m
ay dimana kamu
G A
bagaimana keadaanmu
D F#m
oh ay di sini aku
G A
melamun memikirkan kamu

Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu

[chorus]
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A Bm
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu

[solo] G D Em Bm
G D Em G A

Bm F#m
dan bintang malam berkedip mesra
G D
melihatku rindu wajah cantikmu
Bm F#m
rembulan terang menatap riang
G A
melihatku rindu wajah cantikmu

Chorus:
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu

D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin mencium kening kamu
D F#m
ayang ku rindu kamu
G A
ingin memeluk mesra kamu

G A
sungguh rinduku menggelitik
G A
ingin bertemu ingin bertemu
G A
sungguh rinduku menggelitik
G A D
ingin bertemu ingin bertemu sama kamu

Jumat, 17 Juni 2011

Aku berada di negeri seberang

Ikhlaskanlah diriku untuk merantau

Hapuslah semua air matamu

Kuatkanlah diriku untuk bertahan

Ku ingat ibunda dan kampung halaman

Ku rindu dirimu pujaan hatiku

Aku akan pulang untukmu sayang

Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku

Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji

Ku ingat ibunda dan kampung halaman

Ku rindu dirimu pujaan hatiku

Aku akan pulang untukmu sayang

Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku

Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji

Aku akan pulang untukmu sayang

Takkan lelah hatiku tuk mengejar mimpiku

Aku akan pulang ooh tuk mengikat janji

Kamis, 09 Juni 2011

DOA UNTUK KEKASIHTautan
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...

Ya Allah...
seandainya telah engkau catatkan...
dia milikku,tercipta buatku...
Satukanlah hatinya dengan hatiku.
Titipkanlah kebahagiaan antara kami...
agar kemesraan itu abadi...

Ya Allah, Ya Tuhanku Yang Maha Mengasihani...
Seiringkanlah kami melayari kehidupan ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi...
maka jodohkanlah kami...
Tetapi Ya Allah...
seandainya telah Engkau takdirkan dia bukan milikku...
Bawalah dia jauh dari pandanganku..
Luputkanlah dia dari ingatanku...
Dan peliharalah aku dari kekecewaan...

Ya Allah, Ya Tuhanku Yang Maha Mengerti...
Berilah aku kekuatan...
menolak bayangannya jauh ke dada langit...
Hilang bersama senja yang merah...
agar aku sentiasa tenang...
Walaupun tanpa bersama dengannya...

Allah Yang Tercinta...
pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu.
Sesungguhnya apa yang Engkau takdirkan...
adalah yang terbaik untukku...
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik bagiku...
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hamba-Mu ini...
Ya Allah cukuplah Engkau sahaja yang jadi Pemeliharaku di dunia mahupun di akhirat...
Menjuruskan aku kearah kemaksiatan dan kemungkaran...
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman...
Agar aku dan dia bersama-sama dapat membina kesejahteraan hidup...
ke jalan yang Engkau redhai...
Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah...
Ya Allah... berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat...
Dan peliharalah kami dari azab api neraka...
Amin...Amin...Amin ...Ya Rabbal a'lamin....

Sabtu, 04 Juni 2011

Tak ada yang abadi

Tak ada yang abadi
peterpan


Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi...

Ho....Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang....

Reff :
Tak 'kan selamanya
tanganku mendekapmu
Tak 'kan selamanya
Raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti...

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi...

Selasa, 15 Maret 2011

KULIAH KERJA USAHA (KKU) SISTEM INFORMASI

KULIAH KERJA USAHA (KKU)
1. Umum
Jumlah sarjana yang mampu menciptakan lapangan kerja
masih sangat terbatas. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan
dalam berwirausaha dan kendala modal serta kesempatan, walaupun
di sisi lain mahasiswa mempunyai potensi yang bagus untuk
pengembangan diri karena sudah memahami Ipteks yang
dipelajarinya. Jiwa kewirausahaan tidak mungkin hanya ditumbuhkan
melalui pengajaran saja, namun harus diiringi dengan pelatihan diri
dan pembinaan secara intensif melalui kerja nyata berwirausaha.
Kesempatan dan modal berwirausaha akan lebih mudah diperoleh
apabila mahasiswa telah memiliki pengalaman praktis menerapkan
Ipteks.
Untuk menjadi wirausahawan, mahasiswa perlu dibekali
kemampuan praktis yang mencakup keterampilan menerapkan Ipteks
yang dipahami, keahlian manajemen dan pemasaran serta adopsi
inovasi teknologi. Pengalaman ini dapat diperoleh mahasiswa melalui
Kuliah Kerja Usaha. Kemampuan praktis ditumbuhkembangkan
dengan berperan aktif membantu berkembangnya usaha rumah
tangga atau usaha kecil menengah tempat mahasiswa bermitra.
Mahasiswa pelaksana KKU, selain belajar berwirausaha, juga
menerapkan Ipteks yang dikuasai seperti penyempurnaan proses
produksi, peningkatan kualitas produk dan jasa, penyempurnaan
manajemen usaha, maupun pembenahan metoda pemasaran. Inilah
yang membedakan KKU dengan MKU. Sambil membantu menata
proses produksi atau pemasaran produk, mahasiswa belajar cara
berkomunikasi dengan pengusaha, pegawai, konsumen, tengkulak,
penjual eceran dan grosir sehingga mendorong tumbuhnya
kedewasaan berpikir, berucap dan bertindak. Aspek kewirausahaan
yang mewarnai KKU inilah yang membedakan KKU dengan Kuliah
Kerja Nyata maupun Praktek Kerja.
Kegiatan KKU dapat menumbuhkembangkan calon
wirausahawan yang handal dan mandiri dari kalangan mahasiswa
melalui proses aktif yang berprinsip pada pemihakan dan
pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendorong peningkatan
pertumbuhan usaha kecil menengah. Tujuan khusus yang ingin
dicapai dari KKU adalah: (1) berkembangnya budaya kewirausahaan
di perguruan tinggi, (2) terwujudnya calon sarjana yang cendekiawan
dan berjiwa kewirausahaan serta sadar dengan masalah
lingkungannya, dan (3) menumbuhkembangkan usaha kecil
menengah yang memiliki daya saing tinggi dari segi kualitas
produk/jasa, kinerja dan pemasaran.
Kuliah Kerja Usaha dilaksanakan oleh suatu Tim Dosen
dibentuk LPM dalam suatu wilayah dengan lingkup dan tahapan: (1)
pembekalan bagi mahasiswa KKU dalam rangka membangkitkan
potensi wirausaha, menyamakan persepsi sifat dan karakteristik UKM
serta cara untuk meningkatkan usahanya, dan meningkatkan kesiapan
mahasiswa untuk pendekatan sosial, dinamika kelompok dan
teknologi tepat guna dan tepat usaha, (2) pemutakhiran data awal
melalui identifikasi lokasi, masyarakat dan potensinya, (3)
pelaksanaan KKU di UKM Mitra, (4) pemantauan dan pembimbingan
oleh dosen pembimbing secara berkala, dan (5) evaluasi pelaksanaan
KKU oleh tim pelaksana terutama untuk mengetahui potensi ekonomi
produk, nilai tambah produk dari sisi Ipteks, manfaat bagi mitra usaha,
bagi peserta KKU, tim pelaksana/pembimbing dan nilai tambah bagi
institusi pelaksana, dan (6) penyusunan business plan oleh
mahasiswa peserta KKU..
Pelaksanaan KKU disebut berhasil apabila (1) pengusaha mitra
KKU merasakan manfaat KKU, (2) terwujudnya perangkat/proses
produksi, manajemen dan pemasaran yang telah disempurnakan
peserta KKU (3) hasil evaluasi kegiatan KKU dari mahasiswa, mitra
KKU dan dosen pembimbing memperlihatkan manfaat yang besar baik
dari segi pengalaman menerapkan Ipteks dalam peningkatan kualitas
produk mitra, tumbuhnya jiwa kewirausahaan peserta, maupun
peningkatan bisnis mitra KKU, dan (4) paling sedikit 40% dari mitra
KKU mampu membuat proposal WUB atau proposal pengajuan kredit
yang dinilai layak dilaksanakan oleh pembimbing.
Dana yang dialokasikan untuk KKU sebesar Rp. 30.000.000,-
untuk 10–30 mahasiswa peserta, dengan peruntukan (1) honorarium
(maksimum 20%) untuk tim pelaksana, pembimbing KKU, dan pengajar
pembekalan, (2) selebihnya untuk bahan habis pakai, biaya perjalanan
pembimbing peserta KKU, tim pemantau, dan dokumentasi serta biaya
pembuatan alat untuk menyempurnakan proses produksi dan
pemasaran.
2. Tata Cara Usul Program Kuliah Kerja Usaha
a. Sampul Muka
Sampul muka proposal warna merah muda dengan ukuran kertas A-4,
secara berurutan memuat (1) tulisan “Usul Program Pengembangan
Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi”, (2) Logo Perguruan Tinggi,
(3) Kegiatan Kuliah Kerja Usaha dan Judul, (4) Nama-nama Pengusul
dengan gelar akademik dan NIP, (5) Nama LPM Perguruan Tinggi dan
Perguruan Tinggi, dan (6) Tahun, seperti contoh berikut:


b. Halaman Pengesahan
Setiap usulan program harus disertai halaman pengesahan yang
menunjukkan bahwa usul yang bersangkutan telah melalui proses
evaluasi internal masing-masing perguruan tinggi.

HALAMAN PENGESAHAN
1. Jenis Kegiatan dan Produk yang Akan Dihasilkan:


c. Sistematika
Penulisan proposal mengikuti alur penulisan sebagai berikut
Halaman Pengesahan (lihat halaman pengesahan)
BAB 1. Analisis Situasi
Antara lain berisi penjelasan mengenai:
a. Latar belakang diperlukannya kegiatan KKU bagi mahasiswa,
terutama dikaitkan dengan potensi dan lingkungan wirausaha
daerah setempat
b. Motivasi diselenggarakannya KKU, motivasi calon tim pelaksana
dan mahasiswa peserta serta pengalaman masing-masing dalam
berwira-usaha.
c. Penetapan tim dan institusi pelaksana, dosen pembimbing, nara
sumber serta calon calon industri/pengusaha mitra KKU
BAB II. Perumusan Masalah Mitra KKU
Antara lain berisi penjelasan mengenai permasalahan yang dihadapi
Industri Rumah Tangga, UKM, Koperasi Mitra KKU, dalam proses
dan manajemen produksi, pemasaran serta manajemen perusahaan.
Penyelesaian permalahan ini dapat secara signifikan meningkatkan
bisnis mitra, sebagai akibat meningkatnya kualitas hasil produksi dan
meluasnya pemasaran serta membaiknya manajemen perusahaan.
BAB III. Metode Penyelesaian Permasalahan
Antara lain berisi uraian mengenai kerangka berpikir dalam
penyelesaian masalah, metode penyelesaian yang digunakan beserta
justifikasi penetapannya. Diuraikan pula strategi pelaksanaan
penyelesaian masalah mitra. Hal-hal tersebut di atas harus konvergen
dengan tujuan penumbuhan jiwa kewirausahaan peserta KKU
BAB III. Tujuan Khusus dan Target Luaran Kegiatan
Antara lain berisi uraian mengenai:
a. Tujuan spesifik yang akan dicapai sehubungan dengan
diperlukannya pengalaman berwirausaha dengan cara berperan
serta dalam meningkat-kan hasil produksi/jasa dan pemasaran
produk/jasa mitra KKU
b. Target luaran minimal yang diharapkan untuk dicapai
BAB IV. Manfaat
a. Potensi ekonomis produk/komoditas
b. Nilai tambah produk dari sisi Ipteks
c. Manfaat bagi mitra pengusaha dan dampak sosial bagi lingkungan
sekitar UKM
d. Nilai tambah bagi peserta KKU
f. Nilai tambah bagi perguruan tinggi pengusul
BAB V. Justifikasi Pemilihan Industri/Pengusaha Mitra KKU
Antara lain menjelaskan bahwa perusahaan/industri barang/jasa
calon mitra KKU mempunyai aktivitas produksi dan bisnis yang
signifikan untuk dibantu peningkatannya, baik dari segi komoditas
yang dihasilkan dan dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat maupun dari segi perputaran dana, sehingga mitra layak
untuk wahana penerapan Ipteks dan penyerapan pengalaman
berproduksi dan berbisnis.
BAB VI. Informasi tentang Industri/Pengusaha Mitra
Antara lain berisi penjelasan mengenai:
c. Komoditas yang dihasilkan/dipasarkan
d. Harga jual produk dan komponen signifikan yang
mempengaruhinya
e. Sumberdaya (manusia, alat produksi dan dana)
f. Kondisi manajemen
g. Kondisi produksi (termasuk penanganan limbah)
h. Fasilitas komunikasi dan relasi yang dipunyai
i. Kondisi dan lingkup pemasaran produk
j. Denah lokasi industri/pengusaha mitra
BAB VII. Pola/Rancangan Pelaksanaan dan Evaluasi
Antara lain berisi penjelasan pola dan rancangan pelaksanaan KKU
yang spesifik dengan industri/pengusaha mitra dan bidang studi calon
peserta KKU. Dijelaskan pula metoda seleksi dan evaluasi hasil
pembelajaran KKU serta evaluasi pelaksanaan KKU
BAB VIII. Rencana Kerja dan Jadwal Pelaksanaan
Antara lain berisi penjelasan secara rinci mengenai rencana
persiapan dan pelaksanaan, termasuk pelaksanaan seleksi calon
peserta, pelaksanaan dan evaluasi KKU serta jadwal keseluruhan
(tentative)
BAB IX. Rencana Anggaran Biaya
Berisi uraian anggaran biaya beserta penjelasannya untuk
akuntabilitas pendanaan dengan mengikuti kerangka acuan.
BAB X. Fisibilitas Sumberdaya Perguruan Tinggi Penyelenggara KKU
Antara lain berisi penjelasan
a. Nama-nama tim pelaksana/pembimbing dan nara sumber
beserta tugasnya masing-masing (sebaiknya dalam bentuk
tabel)
b. Nama dan alamat institusi yang mendukung penyelenggaraan
KKU (Fakultas, jurusan), laboratorium beserta peralatan spesifik
yang dapat digunakan mendukung penyempurnaan proses
produksi mitra KKU
c. Nama penanggung jawab insitusi pada butir b
d. Hubungan kerja dan koordinasi tim pelaksana dengan institusi
dan laboratorium pada butir b dengan LPM
BAB XII. Biodata Tim Pelaksana, Nara Sumber dan Mitra Pengusaha
Antara lain meliputi: Nama, Tempat/tanggal lahir, Kualifikasi bidang
keilmuan, Institusi tempat bekerja (Jurusan, Program Studi), Jenjang
pendidikan, dan penjelasan rinci tentang pengalaman kerja,
pengalaman penelitian/pengembangan teknologi yang berkaitan
dengan kewirausahaan lima tahun terakhir.
BAB XIII. Indikator Pencapaian Tujuan
Antara lain menjelaskan tentang:
a. Business plan sebanyak 40 % dari jumlah mahasiswa peserta
KKU.
b. Kriteria keberhasilan spesifik berdasarkan Analisis Situasi dan
Target Luaran yang telah dipaparkan pada butir 2 dan 5
c. Rincian indikator keberhasilan berdasarkan pada kerangka
acuan, yang terkait secara spesifik dengan keadaan
industri/pengusaha mitra dan perguruan tinggi pengusul
BAB XIV. Surat Kesediaan Kerjasama antara Ketua Pelaksana dengan
Mitra Pengusaha Tempat Magang (bermetarai Rp. 6.000,-)
Lampiran-lampiran (bila diperlukan)
1 Foto kegiatan pelaksanaan KKU
2 Data dosen pembimbing, dan mahasiswa peserta KKU
3 Data Mitra KKU
d. Format Surat Pernyataan Kesediaan Bekerjasama

SURAT PERNYATAAN KESEDIAAN BEKERJASAMA
ANTARA PENGUSAHA/INDUSTRI DENGAN PELAKSANA
PROGRAM PENGEMBANGAN BUDAYA KEWIRAUSAHAAN
DI PERGURUAN TINGGI
Yang bertanda tangan dibawah ini,
1. Nama : ………………………………..............
Jabatan di Perusahaan/Industri : Direktur Utama/Pemilik
Bidang Usaha : Industri Menengah ………………..
Alamat : ………………………………………...
………………………………………...
selanjutnya disebut pihak pertama
2. Nama : …………………………………..........
NIP : ..……............
Pangkat/Golongan : ……………………………………......
Jurusan/Fakultas : …………………………………….....
Perguruan Tinggi : …………………………………….....
Alamat : …………………………………….....
selanjutnya disebut pihak kedua

Pihak pertama dan pihak kedua dengan ini menyatakan kesediaan untuk
bekerjasama dalam pelaksanaan Kegiatan KULIAH KERJA USAHA (KKU)
Program Pengembangan Budaya Kewirausahaan di Perguruan Tinggi …………*
Melalui kerjasama ini, sesuai dengan kemampuan dan kewenangan masingmasing,
pihak pertama akan menyediakan kesempatan bagi mahasiswa untuk
melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Usaha di perusahaan/industrinya dan pihak
kedua akan memberikan saran penyempurnaan proses produksi/pemasaran**
sesuai dengan kepakarannya, yang diperlukan oleh pihak pertama dalam upaya
peningkatan bisnisnya.
Bersama ini dinyatakan pula dengan sebenarnya bahwa diantara kedua pihak
tidak mempunyai ikatan keluarga dalam bentuk apapun. Surat Pernyataan
Kesediaan Bekerjasama ini dibuat tanpa adanya unsur pemaksaan dan dengan
penuh kesadaran dan tanggung jawab saling membantu dalam upaya
meningkatkan budaya kewirausahaan generasi muda.
……., ………………..
Yang membuat Pernyataan



Pihak Kedua Pihak Pertama
Materai
tanda tangan Rp. 6.000,- Cap dan tanda tangan
Nama Terang Nama Terang

* setelah usulan lolos seleksi
** ditulis sesuai dengan usulan
• Catatan: Surat Pernyataan diusahakan dibuat dalam satu halaman



3. Evaluasi Usul Kuliah Kerja Usaha
a. Instrumen Penilaian
FORMAT PENILAIAN USUL KULIAH KERJA USAHA
I. Identitas Program
1. Judul Kegiatan :........................................................
2. Ketua Pelaksana :........................................................
3. Perguruan Tinggi :........................................................
4. Fakultas/Jurusan/Program Studi :........................................................
5. Jangka Waktu Pelaksanaan : ..............bulan
6. Biaya : Rp. ................







5. Laporan Hasil Kuliah Kerja Usaha
a. Sampul Muka
Untuk laporan Kuliah Kerja Usaha, gunakan sampul warna merah
muda dengan ukuran A-4, tuliskan semua nama tim pelaksana, lengkap
dengan gelar akademik dan NIP. Lebih jelas seperti contoh berikut:







c. Sistematika Laporan
Sistematika Laporan Kuliah Kerja Usaha mengikuti alur seperti
berikut:
LEMBAR PENGESAHAN............................................................................i
RINGKASAN DAN SUMMARY ..................................................................ii
PRAKATA.................................................................................................. iii
DAFTAR ISI ..............................................................................................iv
DAFTAR TABEL ........................................................................................v
DAFTAR GAMBAR ...................................................................................vi
BAB I. PENDAHULUAN............................................................................ 1
- Pemikiran yang mendasari kegiatan.....................................................
- Analisis situasi mahasiswa secara umum pada perguruan tinggi
pelaksana berkaitan dengan kegiatan kewirausahaan............................
BAB II. TUJUAN, TARGET LUARAN DAN INDIKATOR KEBERHASILAN
KEGIATAN ..................................................................................................
- Tujuan kegiatan.....................................................................................
- Target luaran kegiatan ..........................................................................
- Indikator keberhasilan kegiatan ............................................................
BAB III. PELAKSANAAN KEGIATAN..........................................................
- Analisis situasi mahasiswa peserta kegiatan (menjelaskan latar
belakang secara umum, pengalaman kewirausahaan, data program
studi peserta, motivasi keikutsertaan) ..................................................
- Analisis situasi Industri Kecil Mitra atau Koperasi (menjelaskan latar
belakang pendirian, masalah yang dibantu diselesaikan, potensi
ekonomis dan pemasaran produk/barang yang didagangkan/jasa yang
diberikan, sumberdaya manusia/alat produksi/dana) ...........................
- Kerangka berpikir dan metoda penyelesaian masalah mitra ...............
- Pelaksanaan kegiatan KKU dan pola evaluasi proses pelaksanaan
kegiatan KKU (menjelaskan pelaksanaan kegiatan, alasan pemilihan
dan pelaksanaan evaluasi serta hasil evaluasi secara keseluruhan)...
- Jadwal pelaksanaan kegiatan KKU ......................................................
BAB IV. EVALUASI DAN PEMBAHASAN PELAKSANAAN KEGIATAN....
- Evaluasi dan pembahasan manfaat dan ketercapaian tujuan
kegiatan (menjelaskan dari sisi IKM, mahasiswa peserta KKU dan
perguruan tinggi pelaksana) ..............................................................
- Evaluasi dan pembahasan penerapan metode penyelesaian
masalah IKM......................................................................................
- Pembahasan luaran kegiatan dan perwujudan indikator pencapaian
tujuan kegiatan ..................................................................................
- Pembahasan penyerapan biaya pelaksanaan kegiatan....................
BAB V. PEMBAHASAN PENYEMPURNAAN KEGIATAN
- Pelaksanaan kegiatan .......................................................................
- Proses kegiatan KKU.........................................................................
- Kelanjutan kegiatan ...........................................................................
- Hal spesifik lainnya yang signifikan ...................................................
BAB VI. PENUTUP (menjelaskan kesimpulan dan tindak lanjut kegiatan).
KEPUSTAKAAN
LAMPIRAN
- Foto kegiatan pelaksanaan KKU
- Data dosen pembimbing, dan mahasiswa peserta KKU
- Data Industri Kecil Mitra

di ambil dari Panduan Pengelolaan Program Hibah DP2M Ditjen Dikti – Edisi VII

i am yours